CeremonialDenpasarSeni Budaya

Gubernur Koster Naikkan Layangan Pecukan

    DENPASAR, Kilasbali.com – Gubernur Bali Wayan Koster menjadi pelayang dadakan dengan ikut menaikkan layang-layang tradisional berjenis pecukan.

     

    Wayan Koster didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha, General Manajer PLN UID Bali, dan Ketua Panitia Bali International Kite Festival, Wayan Sukarsa.

     

    Momen itu tergambar jelas saat Gubernur asal Sembiran ini membuka Bali International Kite Festival (BIKF) bertema ‘Krida Langu Segara Kerthi’, di Pantai Padanggalak, Desa Kesiman, Denpasar Timur, Sabtu (15/7).

     

    Sukarsa menyampaikan terima kasih atas kepada Gubernur Koster atas dukungan kreativitas para anak muda (yowana) untuk melestarikan permainan tradisional Bali yang memiliki nilai seni budaya Bali yang sangat adi luhung, dan menjadi daya tarik pariwisata Bali.

    Baca Juga:  WWF 2024 Telah Usai, Museum Subak Masih Belum Bisa Dikunjungi

     

    Menurutnya, tema ‘Krida Langu Segara Kerthi’ mengandung makna bahwa laut adalah tempat segala kreativitas dan bersuka cita.

     

    Lanjutnya, kejuaraan layangan internasional ini dilaksanakan selaras dengan penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali XLV Tahun 2023. Yakni ‘Segara Kerthi: Prabhanneka Sandhi’ yang memiliki arti Samudra Cipta Peradaban.

     

    Disebutkan, peserta yang mengikuti Bali International Kite Festival Ke-45 berasal dari peserta lokal, nasional dan internasional, yang terdiri dari 195 pelayang lokal, 31 pelayang dari berbagai daerah di Indonesia.

    Baca Juga:  MDA Tabanan Tidak Mengetahui Sebab Terlambatnya Pencairan BKK Desa Adat

     

    Yaitu dari Palembang, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Riau, Kalimantan Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jakarta, Cilacap, dan Sulawesi Tenggara.

     

    “Untuk pelayang internasional diikuti oleh 7 negara yang terdiri dari Polandia, Swedia, Jepang, Filiphina, Australia, Thailand, Singapore, dan Malaysia,” sebutnya.

     

    Sedangkan kreativitas layangan yang dilombakan adalah Layangan Jangan, Layangan Be-Bean, hingga Layangan Pecukan yang dibalut dengan perpaduan kain berwarna hitam, merah dan putih yang melambangkan Tridatu.

    Baca Juga:  Libatkan Wisatawan Asing, Griya Santrian Lepas 52 ekor Tukik

     

    “Kejuaraan layangan ini juga dimeriahkan dengan perlombaan pindekan yang diikuti oleh sebanyak 83 peserta,” pungkasnya.

     

    Sementara itu, Pelayang dari Australia, Michael Avarest menyambut baik upaya Pemerintah Provinsi Bali yang dipimpin Gubernur Bali, Wayan Koster.

     

    Karena ajang perlombaan layangan di Bali adalah kesempatan luar biasa, tidak saja bisa memainkan layangan, namun Kami ke Bali juga bisa mempelajari budaya Bali yang sangat indah melalui kreativitas para anak muda Bali yang ditunjukkan dengan nilai – nilai seni dan budaya Bali. (jus/kb)

     

    Back to top button