CeremonialDenpasar

Staf Khusus Wapres Kunjungi Bali?

Perwakilan BKKBN Provinsi Bali ikut dalam Kunjungan Kerja Staf Khusus Wakil Presiden RI ke Bali.

    DENPASAR, Kilasbali.com – Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) RI melakukan kunjungan kerja ke Bali. Kedatangan rombongan staf khusus yang didampingi Perwakilan BKKBN Bali ini, tampak disambut Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) di Gedung Wiswa Sabha Pratama Kantor Gubernur Bali, Senin (14/8).

    Hadir dalam pertemuan tersebut, diantaranya Dinas Pmddukcapil Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas SOSPPA Provinsi Bali,Dinas PUPR Provinsi Bali,Dinas Pertanian Provinsi Bali, Dinas Perikanan Provinsi Bali, Dinas Kominfo Provinsi Bali,Kepala BPOM Denpasar, BAPPEDA Provinsi Bali,Ketua IBI Provinsi Bali, dan seluruh anggota TPPS Provinsi Bali.

    Cok Ace menyampaikan selamat datang dan menyambut baik kunjungan Staf Ahli Wapres dalam pelaksanaan evaluasi capaian strategi nasional percepatan penurunan stunting di Provinsi Bali.

    “Kita ketahui bersama bahwa secara nasional target stunting di Tahun 2024 adalah 14%, namun Bali sendiri mempunyai target penurunan stunting di angka 6% untuk Tahun 2024,” kata Cok Ace.

    Baca Juga:  Hingga Mei 2024, Realisasi Retribusi Parkir Tabanan Sudah 50 Persen

    Dalam diskusi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr I Nyoman Anom menyampaikan, berbagai program terkait percepatan penurunan stunting telah dilaksanakan dengan baik bersama lintas sektor terkait.

    “Kami selalu melibatkan kearifan lokal dalam memberikan sosialisasi percepatan penurunan stunting seperti melibatkan media tradisional untuk memberikan informasi terkait stunting kepada masyarakat,” jelas dr I Nyoman Anom.

    Menurutnya, pendekatan melalui kearifan lokal mampu mempercepat penyampaian informasi ke masyarakat. “Dalam penyebaran informasinya, kami melibatkan berbagai media, termasuk media tradisional,” jelasnya.

    Baca Juga:  1.542 PPPK Guru-Nakes di Tabanan Jalani Pelantikan

    Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Sarles Brabar menyampaikan kerjasama lintas sektor terkait sudah terlaksana dengan baik,terdapat beberapa capaian terbaik yang diperoleh oleh Provinsi Bali salah satunya adalah  The Best Desa Praktek Percepatan Penurunan Stunting, dengan programnya yaitu Semara Ratih.

    Kata dia, dalam program ini diberikan pendampingan kepada calon pengantin, terkait kesiapan dalam memasuki masa berumah tangga dan skrining kesehatan bagi calon pengantin.

    “Penghargaan ini kami dapatkan dalam Perayaan Harganas ke 30,” jelasnya.

    Pihaknya tak menampik, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi di lapangan. Terkait dengan pelaksanaan pendampingan keluarga berisiko stunting yaitu insentif yang diberikan kepada Tim Pendamping Keluarga sangat rendah.

    “Dengan tanggung jawab yang begitu besar, ini yang menyebabkan banyak kader TPK yang mengundurkan diri,” jelasnya.

    Baca Juga:  Indonesia Cetak Berbagai Rekor di WWF ke-10

    Sementara itu, Ketua Staf Ahli Wapres, Prof. Zumrotul Mukaffa menanggapi positif yang disampaikan oleh Jajaran TPPS Provinsi Bali dan memberikan apresiasi atas capaian prevalensi stunting Bali.

    “Penggarapan stunting dari 3 aspek yakni pencegahan, penanganan, dan dampak Provinsi Bali sudah sangat baik dan ini menjadi masukan sebagai praktik baik dalam percepatan penurunan stunting bagi Provinsi Lain,” jelasnya.

    Dalam kesempatan itu, Zumrotul Mukaffa mengingatkan untuk selalu meningkatkan kerjasama lintas sektor dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Provinsi Bali.

    penulis : Putu Utami Ayu Listia Dewi

    Back to top button