Seni BudayaTabanan

Memukur, Sucikan Roh Leluhur

    TABANAN, Kilasbali.com – Memukur yang dilaksanakan setelah ngaben oleh Umat Hindu di Bali, merupakan upacara yang bertujuan untuk mensucikan roh jiwatman/atma.

    Hal itu disampaikan Pengajeg dan Pengenter Karya, I Gede Ketut Bagus Astawa dari Geria Babut Desa Nyitdah, Kediri Tabanan, saat rangkaian upacara Memukur, Senin (21/8).

    “Kami melaksanakan upacara mamukur ini setelah 42 hari atau 1 bulan 7 hari kalender Bali setelah upacara pengabenan pada tanggal 9 Juli lalu,” katanya.

    Dikatakan, upacara mamukur ini diikuti oleh 105 puspa lingga (peserta). Dengan tingkatkan Yadnya Memukur Maligia, utamaning utama dan dipuput oleh Ida RSI bujangga Pawitra Geria Batan Poh Nyitdah,” ujarnya.

    Baca Juga:  32 Atlet Tabanan Dipastikan Ikuti PON Aceh-Sumut 2024

    Menurutnya, terdapat beberapa proses yang dilakukan dalam upacara mamukur ini. Seperti mendak siwi/mencari daun beringin, ngebejiang, ngeliwet, purwa daksina (ngider), meprelina, ngeseng puspa dilanjutkan dengan membuang abu puspa lingga yang telah dimasukkan ke dalam bungkak kelapa (klungah) gading ke segara/laut, Senin (21/8) pagi.

    Lanjutnya, pada hari Rabu tanggal 23 Agustus 2023 akan dilaksanakan upacara nebusin di segara/laut dengan tujuan memanggil kembali roh atau atma yang telah disucikan untuk dibawa ke tempat peyadnyan dan selanjutnya akan dilaksanakan upacara meajar-ajar ke Pura Ulun Danu Beratan – Bedugul dan Pura Bhujangga Waisnawa.

    Setelah selesai meajar-ajar dilanjutkan dengan nangkilang di Pura Tri Kahyangan serta mepamit Merajan Geria Babut Nyitdah. Setelah itu dilanjutkan upacara di rumah masing masing dengan ngelinggihang puspa lingga di sanggah/merajan kemulan dan telah menyatu dengan para leluhur.

    Baca Juga:  Alokasi Pupuk Subsidi ke Petani Tabanan Kembali Meningkat

    Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada Krama Adat Desa Nyitdah, Krama Adat Banjar Sengguan, seluruh semeton maupun masyarakat lainnya atas dukungan dari pelaksanaan upacara ngaben, mepandes, mepetik, dan mamukur yang telah berlangsung dengan lancar. (m/kb)

     

    Back to top button