GianyarNews UpdateSosial

CSR Peduli Stunting, BKKBN Bali Apresiasi Radio Sonora

    GIANYAR, Kilasbali.com – Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Prov Bali, Charles Brabar menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Sonora Peduli Stunting untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 51 Radio Sonora.

    Sebanyak 20 anak stunting menerima paket Nutrisi dalam CSR Sonora Peduli Stunting, yang berisi telor, madu, biskuit, buah-buahan, dan bubur ayam. Tak hanya memberikan paket Nutrisi, dalam CSR ini juga di adakan pengobatan Gratis yang bersinergi dengan RSU Ganesha.

    “Untuk menangani masalah stunting ini diperlukan kolaborasi dan kerjasama semua pihak,” katanya saat menghadiri kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Sukawati, Jumat (29/9/2023).

    Sebenernya, lanjut dia, hal yang paling mendasari kolaborasi yang kita lakukan di hari ini adalah karena amanat dari pada Rencana Aksi Nasional yang mengamanatkan bahwa kalau stunting ini mau diturunkan secara optimal harus dilakukan kolaborasi dan kerjasama.

    “Untuk itu perlu konvergensi dan koordinasi yang padu antar unsur pentahelix, dan selama ini kolaborasi semua unsur pentahelix terbukti telah berhasil menurunkan angka stunting dengan berbagai program,” ujarnya.

    Baca Juga:  Manfaatkan Lahan Kritis, Desa Suwat Datangkan Kementerian Lingkungan Hidup

    Oleh karena itu, kerjasama yang dilakukan untuk masyarakat di Kecamatan Sukawati, diharapkan bisa dilakukan seterusnya kepada pihak yang lain. “Pada prinsipnya kami di BKKBN akan siap untuk berkolaborasi,” harapnya.

    Dalam kesempatan ini, Brabar juga menyampaikan bahwa untuk di Bali, angka kasus stunting berada di posisi terendah di nasional.

    Menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) angka stunting di tingkat nasional sebesar 21,6 persen, sedangkan di Bali 8 persen. Brabar menegaskan Bali akan menurunkan menjadi 6 persen pada 2024.

    “Di Bali stuntingnya sudah turun, yang sebelumnya sebesar 10,9 persen (SSGI 2021) menjadi delapan persen. Tetapi target kita turunkan dua lagi supaya jadi enam persen di tahun depan,” jelasnya.

    Ia juga mengungkapkan BKKBN Bali terus melakukan edukasi dan sosialisasi pencegahan stunting. Pencegahan stunting harus dilakukan secara pentahelix atau melibatkan semua pihak. Saat ini, BKKBN memiliki inovasi dapur stunting (Dasat). Untuk itu, pihaknya melibatkan pakar gizi.

    Baca Juga:  Diduga ‘Ngantuk’ Pemotor Ini Hantam Pembatas Jalan dan Cebur ke sungai

    “Bapak Presiden mengharapkan pada 2024 angka stunting harus menjadi 14 persen secara nasional. Dan di Bali, kita menargetkan agar turun hingga tinggal mencapai 6 persen atau mungkin turunnya bisa sampai 4 persen bahkan zero. dan kita kerja keras untuk kabupaten-kabupaten sehingga semua pihak ada kepedulian,” ujarnnya.

    Untuk mencegah terjadinya stunting, Brabar juga menambahkan dalam membangun sebuah keluarga perlu dan penting melakukan persiapan secara fisik dan juga mental. Untuk calon pengantin, BKKBN memiliki aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil). Jika mau menikah, pihaknya berharap para calon ibu mengisi aplikasi tersebut.

    “Kalau ada resiko, maka akan ada notifikasi di aplikasi itu. Boleh menikah tapi tunda dulu kehamilannya. Karena hamil di luar nikah merupakan persoalan yang memicu stunting. Kalau kehamilan tidak direncanakan, otomatis sel-sel telur tidak sehat. Ketika dibuahi, maka menjadi bayi yang tidak sehat,” ucapnya.

    Sementara itu, Camat Sukawati, I Gede Daging juga mengapresiasi Radio Sonora Bali karena telah peduli kepada anak stunting yang ada di wilayah Kecamatan Sukawati.

    Baca Juga:  Ini Angka Stunting di Klungkung

    “Saya sangat mengapresiasi selaku Camat Sukawati kepada Radio Sonora sudah peduli stunting dan memberikan CSR-nya yang dikaitkan dengan Sosialisasi stunting serta Rapat Loka karya Mini Tribulanan Rutinlintas Sektor UPTD Puskesmas Sukawati II, ya tentu harapan kami kegiatan ini berkelanjutan,” harapnya.

    Ia berharap semua pihak harus saling bekerjasama lintas sektoral untuk membantu dan membangun pemerintah dalam hal ini, mencegah angka stunting.

    Sedangkan, Station Manager Callistus Bambang Triyonajati, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari Hari Ulang Tahun Radio Sonora yang ke-51 Tahun yang dilakukan di 12 Kota di Indonesia.

    “Pada kesempatan ini, Kami di Bali mengunjungi UPTD Puskesmas Sukawati I dan UPTD Puskemas Sukawati II yang membawahi beberapa Posyandu untuk memberikan bingkisan nutrisi tambahan dan juga makanan-makanan bergizi kepada anak-anak yang masuk dalam kategori stunting di wilayah Sukawati,” katanya. (dian/bkkbn/kb)

    Back to top button