DenpasarNews Update

TNI Lahir dari Pangkuan Rakyat

DENPASAR, Kilasbali.com – TNI lahir dari pangkuan rakyat di tengah kancah perjuangan menegakkan kedaulatan bangsa dan negara.

Karena itu, TNI adalah Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional.

Hal tersebut ditegaskan Pangdam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Harfendi dalam acara Doa Bersama memperingati HUT ke-78 TNI Tahun 2023, di Aula Makorem 163/Wira Satya, Denpasar, Senin (2/10/2023) malam.

Dikatakan, doa bersama ini merupakan wujud rasa syukur keluarga besar Kodam IX/Udayana.

Baca Juga:  Perkuat Kerjasama Sister Province, Pj. Gubernur Bali Terima Kunjungan Kehormatan Wagub Jiangxi

“Seraya memanjatkan doa semoga keluarga besar TNI senantiasa mendapat bimbingan serta lindungan Allah SWT, diberikan keselamatan, kesehatan dan kemudahan dalam mengemban tugas guna mewujudkan Indonesia Maju,” tegasnya.

Selain doa bersama ini, juga ditujukan untuk memanjatkan doa kepada para pahlawan maupun prajurit yang telah gugur demi menjalankan tugas menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI.

“Agar mereka mendapatkan tempat terbaik disisi Tuhan YME,” jelas Pangdam.

Baca Juga:  Begini Hasil Mediasi Gugatan Petani Miskin di Pengadilan, BRI Tolak Kembalikan Permintaan Nasabah

Dia juga menyampaikan, sebagaimana tema HUT ke-78 TNI tahun ini yaitu ‘TNI Patriot NKRI: Pengawal Demokrasi untuk Indonesia Maju’, Pangdam menegaskan kembali terkait komitmen Netralitas TNI yang wajib dipahami, dihayati, dan diimplementasikan secara utuh dalam kehidupan prajurit TNI demi keamanan serta kelancaran pesta Demokrasi Pemilu 2024 mendatang.

“Mari kita rawat amanah nikmat persaudaraan, nikmat perbedaan, dan nikmat kebhinekaan ini. Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia. TNI Patriot NKRI Pengawal Demokrasi untuk Indonesia Maju,” tegas Pangdam. (jus/kb)

Back to top button