GianyarSosial

Tetesan Eco Enzym Lenyapkan Bau Got

    GIANYAR, Kilasbali.com – Eco enzym, kini semakin memasyarakat lantaran fungsinya terus bertambah. Sejumlah pegiat lingkungan pun terus berimprovisasi, dalam gerakan merawat lingkungan dengan eco enzym.

    Sistem Drifting ini digagas seorang pria asal Peliatan, Ubud, Gianyar, I Wayan Aik. Ide awalnya berangkat dari bagaimana eco enzyme itu bekerja di air mengalir.

    “Eco enzyme di air mengalir akan lebih maksimal apabila kita tuangkan sedikit tapi sering atau konsisten sepanjang waktu, dari pada banyak tapi jarang,” ujarnya, Kamis (5/10).

    Sehingga ide untuk menciptakan sistem drifting itu pun muncul dari diskusi dengan relawan lingkungan. Cara kerja sistem drifting ini cukup sederhana.

    Baca Juga:  Catin Desa Bukian Ikuti Tes Narkotika BNN Gianyar

    Satu galon kecil eco enzym ditaruh dengan penyangga di atas got. Galon tersebut telah dilobangi dengan diameter yang sangat kecil. Sehingga dalam satu menit eco enzym hanya menetes beberapa kali ke got.

    “Hasilnya masih kita amati perkembangannya, karena ini baru beberapa hari. Ide saya ini di eksekusi oleh teman di Denpasar. Tapi kalau berkaca dari beberapa gerakan yang sudah berhasil yang sudah dilakukan di Thailand dan Vietnam, saya yakin metode ini pasti lebih efektif dan hasilnya positif,” ungkapnya.

    Ke depan hal ini pun diharapkan menjadi solusi agar got yang berbau busuk bisa terurai. Sebab melalui cairan ecoenzym endapan berupa lemak yang mengeras perlahan akan terurai, sedimentasi akibat minimnya penguraian oleh mikro organisme akibat pencemaran perlahan-perlahan akan kembali aktif. “Karena dalam EE sendiri mengandung bakteri baik yang mampu mengurai lumpur,” jelasnya.

    Baca Juga:  Manfaatkan Lahan Kritis, Desa Suwat Datangkan Kementerian Lingkungan Hidup

    “Sampai saat ini kita sudah melaksanakan perawatan berkala terhadap danau Batur, berdasarkan uji lab yang didampingi oleh sucofindo, Unud dan Warmadewa menunjukan hasil yang sangat positif,” imbuh aktivis lingkungan yang menginisiasi lahirnya tutup lobang biopori ini.

    Ia pun meyakini idenya ini akan menjadi solusi mengatasi got bau busuk. “Tiyang rasa juga begitu. Kami sedang menyiapkan percontohan di satu lokasi di Gianyar. Idenya ini baru diaplikasikan di Denpasar,” pungkasnya. (ina/kb)

    Back to top button