GianyarNews UpdateSosial

‘Percaya Tidak Percaya’? Ini Jumlah Kemiskinan Ekstrem Gianyar

    GIANYAR, Kilasbali.com – Sempat dirilis 1,58 persen, kemiskinan ekstrem di Gianyar kini diungkap 1,38% sesuai data Badan Pusat Statistik.

    Namun demikian angka ini sangat tinggi dan bukan masalah percaya ataupun tidak validitasinya. Yang jelas Pemkab Gianyar wajib menindaklanjuti dengan turun door to door.

    Hal ini ditegaskan oleh PJ Bupati Gianyar, Dewa Tagel Wirasa. Disebutkan, meski banyak yang meragukan, namun Pemerintah Kabupaten saat ini sedang menyiapkan skema untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem itu.

    Dalam jangka pendek pemerintah akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT), meski ada sedikit kesimpang perbedaan data. Pihaknya harus mempercayai BPS sebagai badan yang diberikan wewenang untuk mengeluarkan data.

    Baca Juga:  Kunjungan ke Tanah Lot Meningkat Selama WWF 2024

    “Kita tidak boleh tidak mempercayai data itu, karena sudah disampaikan secara nasional. Kita harus percaya, tapi harus juga memverifikasi. Bukan percaya atau tidak tidak percaya, sebab yang mengeluarkan adalah lembaga negara yang berwenang,” jelas pejabat asal Tampaksiring ini, Minggu (8/10).

    Berkenaan dengan data kemiskinan ekstrem ini, perintahnya adalah validasi dan verifikasi lapangan. “Silahkan daerah yang memetakan by name by addres. Kita diberikan ruang. Bersama perangkat daerah sudah turun memverifikasi. Hasil ini divalidasi dengan musdes, didapati 48 kk miskin ekstrem,” imbuhnya.

    Dalam jangka pendek, diharapkan bisa menangani dengan mengintervensi pengeluaran perhari KK hasil Musdes itu. Sebab dalam klaster kemiskinan ekstrem ini salah satu yang menjadi indikatornya adalah pengeluarannya kurang dari Rp 10.500/hari.

    Baca Juga:  Band Indie Rock Galiju Luncurkan Album 'Resonant' 

    “Masih mencari celah regulasinya. Sebab hal ini tidak akan selesai hanya dengan diskusi. Kita tindak lanjuti, apa kita lakukan intervensi dari pengeluaran, 10,500 per hari, kita berikan bantuan dalam bentuk BLT, maka kita berikan dalam 3 bulan kedepan. KE itu bisa kita tangani dalam jangka pendek. Namun Ini harus berkesinambungan,” pungkasnya.  (ina/kb)

    Back to top button