GianyarSosialTokoh

Dinkes Gianyar Instruksikan Puskesmas Antisipasi Virus Nipah

    GIANYAR, Kilasbali.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Gianyar mengintruksikan seluruh Puskesmas dan instansi kesehatan lain untuk melakukan antisipasi dini terhadap virus nipah, sesuai dengan instruksi pemerintah pusat.

    Kadiskes Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni, Senin (9/10/2023) menyebut, sampai saat ini di Bali belum ada kasus virus nipah yang masuk.

    Disebutkan, kasus terakhir di Indonesia pada Tahun 1994. Sedangkan saat ini negara yang dilaporkan sudah terkena virus nipah adalah India dan Bangladesh.

    “Kasus pertama kali virus nipah di Wilayah Kampung Sungai Nipah, Malaysia dan menyebar ke beberapa wilayah Asia Selatan dan saat ini vaksinnya sudah ditemukan,” jelas Ariyuni.

    Baca Juga:  Dekranasda Bali Meriahkan Karnaval HUT ke-44 Dekranas

    Dibeber lagi virus nipah berasal dari binatang, kelelawar yang hinggap atau memakan buah. Virus yang menempel pada buah dimakan oleh babi dan virusnya menyebar ke manusia.

    Lanjutnya, ciri umum serangan pada manusia, ditandai dengan penyakit pernafasan atau ensefalitis yang mematikan.

    “Kasus umumnya, dari kelelawar buah yang terinfeksi sebagai inang, lalu menempel ke babi dan menginfeksi manusia,” bebernya.

    Baca Juga:  The Purist Tawarkan Tempat Peristirahatan Mewah Bergaya Eropa Kontemporer

    Dijelaskan, penularan NiV terjadi melalui konsumsi makanan yang sudah terkontaminasi virus NiV atau kontak dengan hewan, cairan tubuh atau dari cairan tubuh manusia yang terinfeksi.

    “Jadi faktor risikonya adalah kedekatan, menyentuh, mengkonsumsi, menemani orang yang terinfeksi, sehingga memudahkan kontak dengan droplet NiV,” ungkapnya.

    Ariyuni juga menjelaskan, saat ini kasusnya belum dilaporkan di Indonesia. “Kasusnya belum ada yang dilaporkan di Indonesia apalagi Bali, namun kami wajib meningkatkan kewaspadaan. Mengingat kasusnya sudah ada di negara lain seperti warga negara India, yang berpotensi menjadi wisatawan ke Bali,” terangnya.

    Baca Juga:  Spesies Mangrove di Bali Sangat Beragam

    Sedangkan untuk warga lokal masyarakat Bali, di mana saat ini musim buah terutama mangga, diharapkan mencuci bersih sebelum dikupas.

    “Nah, bila saat dikupas ada semacam busuk, sebaiknya tidak dikonsumsi. Apalagi misalkan bekas tergigit binatang tertentu seperti kelelawar. Kita patut waspada,” ajaknya. (ina/kb)

    Back to top button