Denpasar

Cegah Stunting dari Hulu, BKKBN Bali Perkuat Kerjasama Lintas Sektor

    GIANYAR, Kilasbali.com – Pencegahan stunting dari Hulu merupakan upaya prioritas oleh Perwakilan Badan Kependudukan dan keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali dengan memperkuat kerjasama lintas sektor salah satunya dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama Provinsi Bali.

    Sebagai tindak lanjut kerjasama tersebut, Kanwil Kementrian Agama Provinsi Bali mengadakan Sosialisasi Penguatan Keluarga Sukinah Hindu di Museum Subak Masceti pada Selasa (10/10).

    Pada Kesempatan tersebut, Kanwil Kementrian Agama Provinsi Bali meminta Perwakilan BKKBN Provinsi Bali untuk ikut serta memberikan sosialisasi peran tim pendamping keluarga dalam upaya percepatan penurunan stunting.

    “Kita tentunya sebagai lembaga pemerintah terus berkolaborasi dalam percepatan penurunan stunting dan tentunya momentum-momentum seperti sangat tepat untuk meningkatkan pengetahuan umat beragama mengenai stunting dalam sudut pandang agama,” kata Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali
    Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Komang Sri Marheni.

    Baca Juga:  Pemkot Denpasar Pertahankan Opini WTP 12 Kali Berturut

    Dikatakan kolaborasi baik dengan BKKBN, tokoh agama, tokoh adat dan Dinas Kesehatan diharapkan dapat menekan angka stunting khususnya di Provinsi Bali.

    “Dengan kerjasama ini kita membantu pemerintah menekan angka stunting melalui kegiatan sosialsiasi roadshow hari ini dan juga melalui kegiatan orientasi pra nikah dan juga orientasi pasca nikah untuk pasutri,” jelasnya

    Tidak hanya kegiatan berbentuk sosialsiasi dan orientasi, pihak Kanwil Kemenag Provinsi Bali sendiri telah menghimbau kepada seluruh penyuluh untuk membantu melakukan pembinaan kepada masyarakat agar ikut memeriksakan kesehatannya sejak 3 bulan sebelum menikah.

    Baca Juga:  Indonesia Cetak Berbagai Rekor di WWF ke-10

    “Kami bersama penyuluh lapangan yang kami miliki melakukan pembinaan ke kabupaten hingga tingkat desa terkait skrining kesehatan yang terintegrasi dengan aplikasi ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah dan Hamil),” tuturnya.

    Saat ini berdasarkan data Elsimil sampai dengan tanggal 30 September baru terlapor sebanyak 1.037 calon pengantin yang telah melakukan pendampingan skrining kesehatan.

    Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Sarles Brabar menyampaikan apresiasi atas komitmen Kanwil Kementrian Agama dalam percepatan penurunan stunting di Provinsi Bali.

    “Memang saat ini yang diupayakan adalah bagaimana calon pengantin di Provinsi Bali ini semuanya bisa melakukan skrining kesehatan sehingga kerja sama ini sangat diperlukan apalagi kemenag juga memiliki penyuluh Agama yang bisa dikerahkan di tingkat desa,” ucapnya

    Sarles Brabar juga berharap bahwa melalui kegiatan sosialisasi roadshow ini, masyarakat menjadi sadar akan pentingnya melakukan skrining kesehatan

    Baca Juga:  UNESCO Tetapkan Subak Bengkel Sebagai Demo Site Ecohydrology

    “Karena memang di provinsi Bali pelaksanaan skrining kesehatan belum maksimal sehingga kita harapkan masyarakat lebih paham melalui kegiatan sosialisasi ini sehingga ini bisa maksimal dan kedepannya tidak ada pasangan usia subur yang berisiko menghasilkan anak stunting sehingga stuting di Bali tetap kecil bahkan zero,” harapnya.

    Kegiatan ini dihadiri oleh 80 peserta yang terdiri dari unsur remaja dan pasangan usia subur di tujuh kecamatan di Kabupaten Gianyar. (dia/ayu/bkkbn/kb)

    Back to top button