CeremonialTabanan

Penuhi Janji? Bupati Sanjaya Telah Perbaiki 96 Persen Jalan di Tabanan

    TABANAN, Kilasbali.com – Sebagai salah satu faktor pendukung yang sangat vital untuk memperlancar aliran urat nadi perekonomian bagi masyarakat, infrastruktur yang bagus wajib direalisasikan oleh setiap kepala aaerah kepada warganya.

    Untuk itu, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, sangat berkomitmen mempercepat terwujudnya pembangunan lima skala prioritas, salah satunya yaitu infrastruktur jalan.

    Perlahan tapi pasti hal itu dibuktikan, Bupati Tabanan berhasil memenuhi satu per satu janjinya kepada masyarakat. Terbaru, loyalitas tanpa batas ditunjukkan dalam bentuk rekonstruksi ruas jalan Telaga Tunjung-Jegu sepanjang 4,8 Km kepada warga Penebel dan Kerambitan.

    Ruas jalan tersebut diresmikan secara langsung oleh Bupati yang akrab disapa Sanjaya tersebut, pada Rabu, (11/10) di Desa Adat Ngis, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, ditandai dengan pengguntingan pita.

    “Sangat luar biasa dan saya merasa berbahagia sekali pagi hari ini bisa hadir dan mengabdi untuk masyarakat. Dengan mengucap Om Awignam Astu Nama Sidam, ruas jalan Telaga Tunjung-Jegu secara resmi saya buka,” ujar Sanjaya saat pengguntingan pita yang turut disaksikan oleh ratusan warga yang hadir pagi itu yang nampak didampingi Perbekel Bendesa Adat serta tokoh masyarakat setempat.

    Baca Juga:  Bupati Sanjaya Apresiasi Kekompakan Warga Desa Adat Juwuk Legi

    Usai meresmikan ruas jalan Jegu-Telaga Tunjung, Bupati Sanjaya yang saat itu didampingi oleh perwakilan Dandim 1619 Tabanan, Sekda, Asisten II dan Kepala OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam setempat, langsung menuju Balai Serbaguna Desa Adat Ngis, Jegu, Penebel, guna menyerahkan secara simbolis empat bantuan Stimulan Infrastruktur Daerah (SIDA) AUM dan bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (PRTLH) kepada 26 Kepala Keluarga di seputaran wilayah Penebel dan Kerambitan.

    “Perbaikan jalan ini perlu kita resmikan. Tujuannya menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa kita sudah berbuat untuk masyarakatnya. Tugas kita sekarang, hari ini sama-sama melaksanakan peresmian jalan, memberikan bantuan partisipatif SIDA AUM dan juga bedah rumah,” kata Sanjaya

    Baca Juga:  Tingkatkan Prestasi Pencak Silat, Bupati Sanjaya Resmikan Padepokan Perisai Diri Tabanan

    Dia menyampaikan, Pemkab Tabanan fokus pada kesejahteraan masyarakat di bidang pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, jaminan sosial dan ketenagakerjaan, adat, agama, tradisi, seni, budaya dan pariwisata.

    Untuk mewujudkan visi tersebut, harus didukung dengan infrastruktur yang memadai karena infrastruktur tersebut mampu mendongkrak lapangan kerja baru dan mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.

    Kolaborasi dengan unsur Muspida juga terus dilakukan dengan tujuannya adalah untuk masyarakat. Semangat partisipatif masyarakat untuk membangun Tabanan Era Baru juga dikatakan Sanjaya sangat luar biasa, dan patut mendapat apresiasi dari pemerintah.

    Dia sangat berharap agar semangat persatuan ini tetap dipupuk dan dijaga, dan jalan yang telah dibangun dirawat secara rutin melalui budaya tedun dan gotong-royong.

    Kepala Dinas PU, Made Dedy Darmasaputra dalam laporannya menjelaskan, sepanjang tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Tabanan telah sukses memperbaiki jalan hingga mencapai angka 96,4%, sehingga jalan di Tabanan telah mencapai kategori mantap.

    Baca Juga:  AHY Buka Reforma Agraria Summit 2024 di Bali

    “Terima kasih atas kesediaan bapak untuk hadir di tengah-tengah kami, meresmikan ruas jalan Telaga Tunjung-Jegu serta penyerahan bantuan SIDA dan PRTLH. Pelaksanaan SIDA AUM merupakan inisiasi Bapak Bupati sebagai upaya untuk membangkitkan partisipasi masyarakat untuk membangun dan memelihara infrastruktur,” ujarnya.

    Made Dedy juga menjelaskan, SIDA AUM 2023 ini akan dilaksanakan di 128 titik di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan, di mana hari ini dilaunching dan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Tabanan.

    Sedangkan untuk perbaikan rumah tidak layak huni akan dilaksanakan secara total di 32 titik, di mana 26 titik adalah reguler berfokus pada pengentasan kemiskinan ekstrim, sedangkan 6 lainnya adalah rumah tidak layak huni korban bencana yang terjadi dari awal tahun 2023. (m/kb)

    Back to top button