PeristiwaTabanan

Tinjau Kebakaran di TPA Mandung, Bupati Sanjaya Instruksikan Damkar dan BPBD Siaga

    TABANAN, Kilasbali.com – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung masih terjadi sampai memasuki sore hari ini. Bahkan, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya sempat meninjau langsung kondisinya.

    Di saat yang sama, Bupati Sanjaya meminta jajaran terkait seperti Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk bersiaga dan menanggulangi kebakaran tersebut agar tidak meluas.

    Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Sekda Tabanan I Gede Susila untuk mengatensi penanggulangan api dalam kebakaran di TPA Mandung tersebut.

    “Saya sudah koordinasi dengan sekda untuk melakukan antisipasi supaya tidak meluas,” ujar Bupati Sanjaya.

    Baca Juga:  Hingga Mei 2024, Realisasi Retribusi Parkir Tabanan Sudah 50 Persen

    Selain itu, antisipasi tersebut penting dilakukan untuk menghindari kepulan asap meluas.

    “Asap ini kan mengganggu lingkungan perumahan. Ini yang mengkhawatirkan,” katanya.

    Tim koordinasi lintas sektor atau OPD (organisasi perangkat daerah) segera dibentuk untuk kepentingan antisipasi tersebut. Tim ini nanti berada di bawah koordinasi Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan.

    “Koordinasinya diangkat. Tidak mungkin LH (Dinas Lingkungan Hidup) saja,” tukas Sanjaya.

    Sementara waktu, aktivitas di TPA Mandung juga dihentikan dan pengiriman sampah dialihkan ke Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan.

    Tepatnya di lahan bekas galian C yang ada di desa tersebut. “Ini solusi jangka pendek,” ucapnya.

    Baca Juga:  Bobol Konter Handphone di Ubud, Sejoli 'Punk' Ditangkap Polisi

    Selain itu, ia sedang mempertimbangkan saran dari beberapa bupati maupun wali kota lainnya terkait pencegahan kebakaran di TPA Mandung di saat musim kemarau panjang seperti sekarang.

    Saran yang sedang dipertimbangkan tersebut yakni menyiram bukit sampah agar kondisinya lembab. Ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi kemunculan api akibat gas metan yang terpapar panas.

    Baca Juga:  Delegasi-Partisipan WWF Antusias dengan Pengelolaan Air oleh Subak

    “Ini baru saran. Walaupun tidak ada kebakaran di saat-saat ekstrem, lembabkan lingkungannya.
    BPBD, Damkar, dan LH harus satu paket di saat-saat ini. Jangan tunggu api baru datang, ini cost-nya dan risikonya lebih tinggi daripada perawatan dari awal,” ujarnya.

    Di saat yang sama, ia menyampaikan permohonan maaf terkait dengan kejadian kebakaran di TPA Mandung. Ia menegaskan, kebakaran tersebut disebabkan faktor alam. Namun, pihaknya berusaha maksimal untuk menanggulangi api. “Secepat mungkin menangani untuk jangka pendek,” tukasnya. (c/kb)

     

     

    Back to top button