Tabanan

Dewan Tabanan Serap Aspirasi, Masyarakat Subak Luwus I Keluhakan Kesulitan Air

    TABANAN, Kilasbali.com – Dewan Tabanan, yakni Komisi II DPRD Tabanan menyerap aspirasi masyarakat di Subak Luwus I, Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga Tabanan, Selasa (7/11).

    Masyarakat Subak Luwus I Desa Cau Belayu mengeluh karena kesulitan air disaat  kemarau yang baru pertama kali terjadi.

    Kondisi ini diakibatkan saluran irigasi yang macet akibat terowongan yang terhubung dengan Dam Temacun-Luwus-Carangsari mengalami sedimentasi atau pengendapan lumpur.

    Pengendapan ini membuat para petani di Subak Luwus I kesulitan bercocok tanam di saat musim kemarau. Bahkan untuk menanam palawija sekalipun.

    Baca Juga:  Polres Tabanan Ringkus Dua Pembobol Bengkel Las-Pelaku Curanmor

    “Tingginya endapan sudah mencapai lebih dari satu meter,” ungkap Pekaseh Luwus I, I Made Puspa, usai menyampaikan aspirasi ke Komisi II DPRD Tabanan, Selasa (7 November 2023)

    Ia menjelaskan, keadaan pada terowongan tersebut sudah sering terjadi sejak tahun 80-an hingga sekarang.

    Terowongan tersebut memiliki tinggi dan lebar sekitar 1,5 meter. Panjangnya sekitar 400 meter dan kedalamannya sekitar 25 meter.

    Terowongan tersebut juga bersebelahan dengan saluran air yang mengalir ke arah Desa Carangsasi di Kabupaten Badung.

    Baca Juga:  Sepanjang Februari 2024, Polres Tabanan Tangkap 4 Tersangka Pidana Narkotika

    Made Puspa menyebutkan, akibat pengendapan tersebut ratusan hektar sawah di lingkungan Subak Luwus I tidak bisa bercocok tanam.

    “Kalau musim hujan bisa tanam padi. Kalau kemarau menanam padi tidak bisa. Kalau daerah lain kan bisa,” imbuhnya.

    Ia menambahkan, dampak paling parah mulai dirasakan sejak Maret 2022 atau sekitar satu setengah tahun.. Para petani di Subak Luwus I sampai tidak bisa menanam palawija.

    “Pernah mencoba (tanam) tapi gagal panen. Sekarang tidak bisa menanam apapun. Termasuk palawija,” jelasnya.

    Baca Juga:  Bangunan Pura Dalem Purwa di Cau Belayu Tersambar Betir Saat Galungan

    Menurutnya, kalau saja ada aliran air dari Dam, para petani bisa menggarap lahannya. Namun, ketiadaan air membuat para petani banyak yang memilih bekerja keluar desa.

    Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Tabanan I Wayan Lara menyebut pendangkalan yang terjadi pada saluran irigasi menuju Subak Luwus I akan mendapatkan prioritas penanganan.

    “Terowongan itu harus dikuras terlebih dulu. Pengerukan itu poinnya terlebih dulu,” kata Lara yang saat itu didampingi anggota Komisi II I Gede Oka Winaya. (m/kb)

     

    Back to top button