SosialTabanan

Sadufest Kampanyekan Gerakan Memilah Sampah

    TABANAN, Kilasbali.com – Pemerintah Desa Dauh Peken turut memeriahkan perayaan HUT Kota Tabanan Ke-530 dengan menggelar Festival Seni Kolaboratif Sadufest.

    Selain mengangkat berbagai potensi seni dan budaya setempat, festival yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya, Minggu (26/22), ini juga mengangkat isu lingkungan.

    Isu itu dikemas dalam kegiatan edukasi pemilahan sampah yang sasaran utamanya adalah pengunjung yang hadir.

    “Kami hendak mengedukasi warga untuk menjadi individu yang peduli lingkungan,” jelas Perbekel Desa Dauh Peken, I Komang Sana Yasa.

    Baca Juga:  Tembok Timur Setra Tabanan Dibongkar, Hendak Dijadikan Lahan Parkir Umum

    Upaya pemilahan sampah menjadi salah satu agenda dalam Sadufest karena tidak lepas dari kiprah Desa Dauh Peken yang terhitung turut memulai gerakan bank sampah sejak sebelas tahun silam.

    Ia menjelaskan, pada 2012 lalu mantan Perbekel Desa Dauh Peken telah memelopori pembentukan rumah bank sampah di Banjar Tunggal Sari.

    Setahun kemudian, upaya itu diperkuat dengan adanya SK Bupati sehingga keberadaan rumah bank sampah berkembang menjadi enam unit.

    “Namun pelaksanaannya di lapangan cukup sulit mengajak (warga). Karena ini kan kembali ke masing-masing individu,” sebutnya.

    Baca Juga:  Gegara Ini, KPPS dan Linmas Tumbang dan Dilarikan ke Rumah Sakit

    Dalam perkembangannya terbentuklah Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau TPS3R Sadu Kencana.

    Namun, upaya penanggulangan sampah dengan gerakan memilah sampah di Desa Dauh Peken masih jatuh bangun. Salah satu penyebabnya SDM yang belum maksimal.

    Setelah melakukan pembinaan dan mengikuti pendampingan dari pemerintah, dalam tiga tahun terakhir, TPS3R kembali berupaya menyempurnakan tugasnya melalui kelompok Sadu Kencana.

    “Syukurnya kami memiliki kelompok Sadu Kencana yang didampingi pemerhati lingkungan dan sosial,” jelasnya.

    Baca Juga:  Suara Pilpres-Pileg di Pemilu 2024 Tidak Setara, PDIP Tabanan Jadikan Pelajaran

    Keberadaan TPS3R Sadu Kencana ini juga mulai diperkuat oleh salah satu BUMN dari sisi operasionalnya.

    Dalam pelaksanaannya, fungsi layanan diterapkan dengan sistem jemput bola. “Masyarakat diajak mendaftarkan diri sebagai konsumen,” imbuhnya.

    Dengan pelayanan ini, sambungnya, masyarakat secara bertahap diajak pelan-pelan melakukan pemilahan sampah.

    Meskipun fungsi pelayanan masih minimal karena luas TPS3R yang masih kecil dan masih memerlukan penguatan sarana dan prasarana serta SDM. (c/kb)

    Back to top button