GianyarSosial

Intervensi Kemiskinan, KORPRI Gianyar Gelontor Sembako

    GIANYAR, Kilasbali.com – serangkaian Hari Ulang Tahun Korpri ke-52 dan HUT PGRI ke 78 Penjabat Bupati Gianyar bersama Pj Ketua TP PKK Gianyar, Sekda Gianyar, dan Pimpinan OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar berbagi sembako dan tabungan kepada KK miskin.

    Aksi sosial itu, sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gianyar, Rabu (29/11) di Balai Banjar Petak Desa Pejeng Kaja.

    Ketua panitia, Anak Agung Gde Putrawan mengungkapkan, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, Pemerintah Kabupaten Gianyar telah menindaklanjuti Inpres dimaksud dengan melakukan verifikasi dan validasi data P3KE.

    “Data awal kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gianyar sebanyak 5.746 KK, didapati 48 KK yang memenuhi kriteria kemiskinan ekstrem,” terang Putrawan.

    Baca Juga:  Ini Wujud Nyata Sinergi Giri Prasta Bangun Bali

    Dilanjutkannya bahwa data tersebut tertuang dalam SK Bupati Gianyar Nomor 900/F- 01/HK/2023 tentang penetapan data pendaftaran percepatan penghapusan keluarga miskin ekstrem di Kabupaten Gianyar dan didukung dengan SK Bupati Gianyar nomor 1026/E20/HK/2023 tentang penetapan penerimaan manfaat bantuan sosial uang dalam rangka penanganan kemiskinan ekstrem Kabupaten Gianyar tahun 2023.

    Dari 48 KK yang terdiri atas 142 individu pada tahun anggaran 2023, diberikan BSU sebesar 350.000 per bulan per individu diberikan selama 3 bulan.

    “BSU saat ini cair selama 2 bulan dan sisa 1 bulan lagi akan cair di bulan Desember dalam rangka mengatasi kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gianyar,” tegas Putrawan.

    Baca Juga:  Isu Begal Marak Resahkan Warga, Polsek Blahbatuh Gencarkan Patroli

    Disaat bersamaan, semua OPD juga menyerahkan bantuan sembako bagi KK miskin yang ada di desa binaan masing-masing.

    Sementara itu, Kades Pejeng Kaja I Wayan Jana mengatakan bahwa sebanyak 8 orang masyarakatnya berada dalam kemiskinan ekstrem dan mendapatkan bantuan.

    “Kemiskinan ekstream jumlahnya 8 orang, namun total yang menerima bantuan sebanyak 17 orang,” ujar Jana.

    Baca Juga:  Tol Bali Mandara Ikon Pariwisata Bali, Meliuk Bagai Gadis Menari

    Jana juga berharap bantuan yang diberikan oleh penjabat bupati dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan jangan sampai disalahgunakan.

    Mengenai target kemiskinan Jana menegaskan bahwa tahun 2024 ia menargetkan kemiskinan ekstrem di Pejeng Kaja nihil.

    “Target kami tentu kemiskinan harus nol persen ditahun 2024 atau paling lambat 2025,” pungkasnya. (ina/kb)

    Back to top button