News UpdateTabanan

Polisi Tangkap Pelaku Perampokan-Penyekapan di Marga

    TABANAN, Kilasbali.com – Polisi menangkap pelaku perampokan disertai penyekapan di rumah Putu Gede Windhu Susila, warga Banjar Umabian, Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga baru-baru ini.

    Pelakunya ialah I Made Semaratika (26) dari Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Ia ditangkap pada Rabu (13/12) malam sekitar pukul 21.00 Wita di Jalan Drupadi, Denpasar Timur, Denpasar.

    “Tim Opsnal berhasil mengamankan pelaku di seputaran Jalan Drupadi, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar,” ungkap Kasi Humas Polres Tabanan Iptu I Gusti Made Berata, Kamis (14/12).

    Dijelaskan, penangkapan terhadap Semaratika tersebut didasarkan pada ciri-ciri yang diperoleh tim Opsnal saat meminta keterangan pelapor dan saksi-saksi usai kejadian pada Selasa (12/12).

    Baca Juga:  Teh Gobo, Teh Berbahan Dasar Sayur Gonda Ciri Khas Desa Bongan

    Berbekal ciri-ciri tersebut, Polisi menduga kuat identitas pelaku perampokan tersebut mengarah pada Semaratika.

    Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga seputaran Sanur, Nusa Penida, Penatih, Gulingan, Jumpayah. “Dan seputaran Denpasar Timur,” imbuhnya.

    Dalam penangkapan tersebut, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang mengindikasikan Semaratika sebagai pelaku perampokan disertai penyekapan anak korban, PLPD (17).

    Baca Juga:  Liburan Idul Adha, Polres Gianyar Perketat Pengamanan Obyek Wisata

    Barang bukti tersebut antara lain satu unit ponsel yang dibeli dengan uang hasil merampok di rumah korban.

    Berikutnya uang tunai senilai Rp 920 ribu, sebilah pahat, selembar kain kamen cokelat bermotif garis-garis merah, dan dua utas kain kasa kuning dalam bentuk robekan.

    Saat ini Semaratika ditahan di Polres Tabanan sembari menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal.

    Baca Juga:  Kurang Hati-hati Saat Menyalip, Vario Seruduk Tronton

    Dari pemeriksaan sementara terungkap bahwa pelaku merupakan keponakan dari ibu korban. “Bapak pelaku merupakan kakak kandung dari ibu korban,” imbuhnya.

    Selain itu, ponsel yang diambil dari rumah korban telah dijual di Pasar Kereneng seharga Rp 400 ribu. Sedangkan uang yang dicuri dari dalam lemari rumah korban habis dipakai sabung ayam.

    “Kemudian sewa home stay di Sanur dan memberi ponsel. Uang yang tersisa tinggal Rp 920 ribu,” tukasnya. (c/kb)

    Back to top button