TabananTokoh

Bungan Desa, Bupati Sanjaya Petik Salak di Mundeh Kauh

    TABANAN, Kilasbali.com – Ada yang berbeda dari rutinitas Bupati Ngantor di Desa atau yang akrab disebut “Bungan Desa” yang ke-40 ini. Terlihat Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya dalam kunjungannya ke Kecamatan Selemadeg Barat, ikut memetik buah salak madu di Agrowisata dan borong buah unggulan petani di Desa Mundeh Kauh, Selemadeg Barat, Selasa (19/12).

    Saat itu, Sanjaya didampingi oleh Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda beserta para Asisten Setda, Para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan beserta para pimpinan di instansi vertikal, Para camat se-Kabupaten Tabanan dan para Perbekel Se-Kecamatan Selbar, lancarkan program unggulan Pemerintah yang efektif dilakukan setiap bulannya, yang kali ini di kantor Desa Mundeh Kauh.

    Setibanya rombongan, langsung disambut dengan indahnya Kebun Agrowisata Petik Buah Salak Madu yang unik milik I Nyoman Sada Adi Astawa. Agrowisata ini merupakan salah satu keunggulan potensial di bidang pertanian yang khas milik Desa Mundeh Kauh, dimana mayoritas masyarakat bergelut di bidang pertanian. Tak lama setelahnya, Bupati beserta jajaran lanjut melakukan kunjungan ke rumah keluarga stunting yang tercatat ada 4 orang.

    Pihaknya bergegas menyapa hangat para keluarga dan memberikan bantuan sembako yang tentunya bisa bermanfaat bagi masing-masing penerima, seperti paket berisi beras merah, kacang hijau, gula pasir, minyak goreng dan telur ayam.

    Baca Juga:  Partisipasi Pemilih Pemilu 2024 di Tabanan Mencapai 88,8 Persen

    Bagi Bupati Sanjaya, kehadirannya untuk berkantor dari Desa haruslah memberikan manfaat langsung untuk rakyat. Tidak hanya melalui pelayanan yang tanggap, tapi juga bantuan yang bisa langsung dirasakan manfaatnya.

    Mempercepat pembangunan, menurut orang nomor satu di Tabanan itu, tidak bisa dari kantor saja, tapi harus masuk ke desa-desa, sehingga pola pendekatan pembangunan bisa lebih cepat dilakukan.

    “Ketika kita bisa mendengar langsung, apa yang menjadi kebutuhan desa itu sendiri, inilah asas manfaat kita berkantor di desa, kita bisa tahu apa yang kurang, seperti disampaikan tadi, ada potensi petani salak madu. Kalau saya hanya duduk di kantor Bupati, bagaimana saya tahu apa yang kurang. Inilah manfaat saya hadir di sini,” jelasnya dalam arahan siang itu.

    Baca Juga:  Polres Tabanan Ringkus Dua Pembobol Bengkel Las-Pelaku Curanmor

    Potensi Agrowisata Petik Salak Madu, menurutnya menjadi daya tarik unik yang harus dikelola, dinarasikan dan dipasarkan dengan baik ke masyarakat. “Kerja kolaborasi, bekerja sama dengan petani, perusda dan pemerintah dalam segmen pemasaran, ini yang kita sedang diformulasikan.

    Maka tidak salah Pemerintah Kabupaten Tabanan, membuat sebuah regulasi, Perda Desa Presisi. Desa Presisi terbentuk dengan bagaimana menciptakan masyarakat yang sejahtera,” terangnya.

    Tak hanya berbincang mengenai potensi pertanian yang melegenda, Bupati Sanjaya saat itu juga memborong beragam buah-buahan hasil pertanian di Desa Mundeh Kauh, seperti Durian, Salak Madu dan Manggis.

    “Berkantor di desa Mundeh sangat luar biasa, karena kita bisa melihat potensi yang ada di desa ini. Ternyata sektor pertaniannya luar biasa. Tadi kami beramai-ramai membeli hasil produksi, semua kita borong, tujuannya untuk membantu petani. Maka banggalah kita sebagai masyarakat Tabanan yang memiliki potensi tani yang luar biasa,” jelasnya.

    Seperti yang dijelaskan Perbekel Mundeh Kauh I Nyoman Giri Artawan, Potensi desa khususnya di bidang pertanian, dan perkebunan buah-buahan.

    Baca Juga:  Pemkab Tabanan Sikapi Inflasi Secara Bijak, Masyarakat Diminta Tetap Kondusif

    “Pada hari ini berkenaan dengan Bungan Desa, kami pemerintah desa Mundeh Kauh atas nama seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih banyak, atas kehadiran Bapak Bupati pada hari ini, berkantor di desa kami. antusias masyarakat kami sangat tinggi sekali untuk kehadiran bapak bupati di desa kami” sebutnya.

    Populasi salak yang ada di kebun kurang lebih 10 ribu pohon dan sedangkan untuk hasil per-tahun, dari 1 hektar kebun Agrowisata menghasilkan kurang lebih 5 ton salak madu.

    Program Bungan Desa terbukti memberikan dampak dan pengaruh yang positif di masyarakat. Sebagaimana dijelaskan oleh Wayan Sudasna selaku Perbekel Jelijih Punggang siang itu, ketika pemerintah terjun ke Desa bertemu masyarakat, maka ada peristiwa take dan give yang terjadi.

    “Perhatian beliau ada, gerak cepat menginstruksikan kepada OPD juga langsung dilakukan. Jelas kehadiran beliau ini sangat banyak manfaatnya, bukan sekedar retorika saja tapi ini wajib diketahui khalayak,” paparnya. (m/kb)

    Back to top button