SosialTabananTokoh

Sektor Hutan Penyangga Kehidupan Ciptakan Kesejahteraan Masyarakat

    TABANAN, Kilasbali.com – Sektor kehutanan dapat berperan sebagai sistem penyangga kehidupan (Life Supporting System) dan penyedia pangan (Forest for Food Production). Kedua bentuk pemanfaatan potensi sumber daya hutan tersebut diharapkan mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang berada di dalam dan sekitar kawasan hutan.

    Demikian disampaikan Penjabat (PJ) Gubernur Bali SM Mahendra Jaya pada kegiatan Penanaman Pohon Serentak Seluruh Indonesia, Sabtu (30/12) pagi, di kawasan The Blooms Garden, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

    “Kami sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas berbagai upaya dan komitmen dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta para pihak dalam penyelenggaraan perlindungan dan pemulihan lingkungan hidup khususnya kegiatan penanaman pohon, karena kegiatan ini juga salah satu jalan untuk mempercepat pencapaian target Forest and Other Use Land (FoLU) net sink 2030,” terangnya.

    Disampaikan, generasi muda memiliki peran penting khususnya dalam pelestarian lingkungan hidup dan sumber daya alam. Ia mengajak generasi muda untuk terlibat langsung dalam berbagai aksi nyata untuk melestarikan lingkungan hidup. Terkait hal tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menetapkan SK Green Ambassador.

    Baca Juga:  Polres Tabanan Ringkus Dua Pembobol Bengkel Las-Pelaku Curanmor

    “Saya turut senang dan mengucapkan selamat kepada yang diberikan amanah tersebut. Menyambut baik penyerahan SK Green. Saya mengajak generasi muda untuk melakukan aksi nyata dalam melestarikan lingkungan,” jelasnya.

    Lanjutnya, ancaman perubahan iklim sudah semakin nyata (bumi mengalami anomali iklim), seperti di beberapa wilayah terjadi kemarau panjang yang berdampak kekeringan, bencana hidrometeorologi yang mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor. Menurutnya, ada beberapa belahan bumi, terjadi gagal panen dan kerawanan pangan.

    “Maka kita harus mulai bersiap dan berhati-hati. Mari kita bersama menjaga lingkungan mulai dari menanam dan memelihara pohon. Merawat alam sama dengan kita merawat ciptaan Tuhan. Pemerintah telah mencanangkan program kehutanan sosial dalam rangka melestarikan kawasan hutan sekaligus guna pemerataan ekonomi dan mengurangi ketimpangan, selanjutnya telah memberikan kesempatan berusaha kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan negara agar memberikan nilai ekonomi kepada masyarakat sekitarnya,” tambahnya.

    Baca Juga:  Volume Sampah di Tabanan Meningkat 10 Persen Saat Galungan

    Menurutnya, keberadaan hutan sangat penting untuk menjaga agar bumi ini tetap lestari, karena manfaat dari adanya suatu kawasan hutan banyak sekali, seperti sebagai daerah serapan air, penghasil oksigen/mengurangi emisi karbon, tempat tumbuh berkembangnya flora dan fauna sebagai suatu ekosistem ciptaan Tuhan, sekaligus dapat menjadi destinasi wisata.

    Sementara itu, Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) Rosa Vivien Ratnawati mewakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia menyampaikan, kegiatan penanaman pohon ini sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Joko Widodo untuk memasifkan penanaman pohon dalam rangka mengantisipasi perubahan iklim.

    Penanaman serentak ini sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup, dan percepatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan.

    Baca Juga:  Rakornas HUT ke 74 Satpol PP, Terobosan Pol PP Pariwisata dan Polprades di Bali

    Kegiatan ini juga sekaligus untuk membangkitkan semangat, motivasi dan menggerakkan seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk menanam dan memelihara pohon.

    Bersamaan dengan kegiatan penanaman pohon serentak hari ini dilakukan juga penyerahan petikan Keputusan Menteri LHK No.1221/2023 tentang Penetapan Green Ambassador.

    Para Green Ambassador telah mengikuti berbagai proses pendidikan, sehingga menjadi harapan baru Indonesia hari ini dan di masa yang akan datang dalam upaya adaptasi, mitigasi, rehabilitasi, dan pengelolaan lingkungan hidup. (m/kb)

    Back to top button