GianyarSosial

Warga Keluhkan Aksi Copet hingga Tukang Kutil di Pasar Desa

Aparat Polsek Ubud Rutinkan Patroli

    GIANYAR, Kilasbali.com – Menyusul keluhan sejumlah warga pasar terhadap aksi copet hingga tukang kutil di pasar-pasar desa, aparat kepolisian Polsek Ubud rutinkan patroli dialogis di pasar desa.

    Setelah di Pasar Desa Peliatan dan Pasar Desa Sayan, kali ini petugas sambangi Pasar Desa Mas, Rabu (17/1). Kegiatan ini dilakukan dalam mengantisipasi adanya gangguan keamanan di wilayah Ubud.

    Kegiatan yang menyambangi setiap los, lapak dan pedagang itu, dipimpin langsung oleh Pawas Panit 1 Binmas, Iptu Samsuri dengan melibatkan lima orang personel gabungan.

    Iptu Samsuri mengatakan, kegiatan patroli ini dilaksanakan sebagai upaya mencegah terjadinya aksi premanisme dan kriminal lainnya, terutama di pasar maupun pada pusat perbelanjaan dan tempat-tempat keramaian lainnya yang dapat meresahkan masyarakat.

    Baca Juga:  Hasil Hitung Sementara, Ganjar-Mahfud Unggul Tipis di Gianyar

    Berdasarkan keterangan para pedagang, kata dia, selama ini situasi telah kondusif, tidak terdapat hal yang meresahkan ataupun membuat tidak enak para pedagang saat menjalankan usahanya.

    “Dalam pelaksanaan patroli dialogis ini tidak ditemukan adanya orang yang diduga sebagai preman yang mangkal di seputaran pertokoan, serta tidak ada aksi memalak atau dengan meminta pungutan terhadap pedagang maupun pengunjung di sekitar tempat tersebut,” ujarnya.

    Kapolsek Ubud, Kompol I Made Uder menjelaskan, patroli dialogis ini rutin di gelar pihaknya dengan menyasar pusat-pusat keramaian di Ubud.

    Baca Juga:  Nuanu Social Fund Changemakers in and around Bali

    “Sasaran kita pusat perekonomian, baik pasar maupun tempat perbelanjaan lainnya. Ini kita lakukan sebagai wujud Polri dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional dengan memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat,” ungkapnya.

    Selain itu, kata dia, patroli dialogis ini juga untuk mengajak masyarakat agar menciptakan situasi yang aman dan nyaman, terlebih lagi saat ini momen Pemilu 2024. “Mari kita sama-sama jaga agar Ubud nyaman untuk ditinggali dan dikunjungi,” pungkas pejabat asal Desa Lodtunduh, Ubud itu. (ina/kb)

     

    Back to top button