SosialTabanan

Rumah Singgah ODGJ di Tabanan Overload

    TABANAN, kilasbali.com – Rumah singgah bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di komplek rumah dinas Pemkab Tabanan kini mulai overload.

    Saat ini, rumah singgah tersebut harus menampung 18 ODGJ. Padahal, kapasitas maksimalnya hanya 12 orang.

    Akibat kapasitas yang melebihi tersebut, Dinas Sosial P3A Tabanan menerapkan sistem putar dengan membawa sebagian ODGJ ke RSJ Bangli.

    Selain melebihi kapasitas, sarana di rumah singgah tersebut juga mulai tidak representatif karena sebagian ada yang dirusak oleh ODGJ.

    Baca Juga:  Partisipasi Pemilih Pemilu 2024 di Tabanan Mencapai 88,8 Persen

    Kepala UPTD Pelayanan Sosial serta Perlindungan Perempuan dan Anak, Ni Komang Tri Ayuningsih, menyebutkan ada tiga rumah dinas yang dimanfaatkan sebagai rumah singgah.

    “Satu rumah singgah dilengkapi dengan tiga kamar tidur dan idealnya dihuni lima sampai enam ODGJ,” jelas Tri Ayuningsih, Jumat (19/1).

    Namun, dengan banyaknya ODGJ yang terlantar, saat ini jumlahnya mencapai 18 orang. Sehingga, dalam satu rumah bisa dihuni oleh tujuh hingga delapan ODGJ.

    Baca Juga:  KPU Tabanan Gelar Pleno Tingkat Kabupaten, Bawaslu Ingatkan Perbaikan Administasi

    Persoalan lainnya, sarana penunjang seperti tempat tidur atau kasur juga mulai berkurang. Karena, beberapa di antaranya ada yang sudah dirusak ODGJ yang menggunakan.

    “Sudah over kapasitas, dan sarana prasarana seperti tempat tidur juga kurang, sebelumnya sudah lengkap cuma dirusak sama mereka (ODGJ),” ujarnya.

    Dengan kondisi seperti itu, saat ini rumah singgah hanya bisa menjadi tempat penitipan sementara. “Misalnya dari Jawa dan akan dipulangkan ke daerah asalnya. Itu masih memungkinkan. Tapi kalau menetap, sudah penuh,” tukasnya. (c/kb)

    Back to top button