Ekonomi BisnisGianyarSosial

Harga Beras Kembali Merangkak Naik Bikin Pusing Tujuh Keliling!

    GIANYAR, Kilasbali.com – Sempat stabil di harga yang relatif tinggi, kini beras kembali mengusik. Komoditi pokok nomor satu ini bukannya menurun, justru terus merangkak naik bikin pusing tujuh keliling. Tidak hanya warga masyarakat, pedagang pun ikut uring-uringan lantaran dihujani keluhan pelanggan.

    Ibu Mangku Bangli, seorang pedagang sembako di Pasar Rakyat Gianyar, mengaku mulai bingung dengan tidak stabilnya harga beras dalam sebulan terakhir. Harga beras melonjak dirasakan mulai pertengahan tahun 2023 dan sempat stagnan di akhir tahun.

    “Saat itu kami berharap harga beras turun namun justru pusing karena harganya tak kunjung mengalami penurunan.  Bahkan tiap hari naik harganya. Dengan kenaikan ini, saya tidak untung banyak. Karena harga ngambilnya juga naik. Saya ambil berasnya di agen,” ujarnya.

    Adapun harga beras premium, kata dia, saat ini sudah menyentuh angka Rp 16 ribu per kilogram (Kg) untuk eceran. Sementara untuk berat 5 Kg, dijual seharga Rp 75 ribu. Sebelum harganya menyentuh Rp 16 ribu per Kg, beras premium ini dijual Rp 15 ribu per Kg.

    Baca Juga:  Mahendra Jaya Tutup PKB XLVI/2024

    “Kenaikannya terus menerus di angka Rp 1.000. Bukan beras premium saja, tapi beras lokal juga naik, sekarang harganya Rp 15 ribu untuk eceran satu kilogram,” ujarnya.

    Ibu jero mengungkapkan bahwa kenaikan harga beras ini secara otomatis menaikkan harga komoditi lainnya, seperti gula, ketan dan sebagainya.

    Bahkan ia sendiri saat ini sudah tak lagi menjual ketan, dikarenakan harganya sudah tak masuk akal. Terlebih lagi permintaan ketan relatif jarang.

    Baca Juga:  Ciptakan Pemilu Damai, Polres Gianyar Gelar FGD

    “Dulu ketan harganya Rp 14 ribu per kilogram, lalu naik Rp 15 ribu, dan setelah harganya Rp 19 ribu, saya tidak jualan lagi. Yang beli jarang, modal besar, untungnya tetap sedikit hanya di kisaran Rp 1.000,” tandasnya.

    Akibatnya, pelanggan beras kerap mengeluh karena setiap mereka datang, harganya selalu naik. “Pembeli mengeluh, tapi mau tidak kau mereka beli juga, karena sudah jadi kebutuhan pokok masyarakat Gianyar,” ujarnya.

    Salah seorang warga dari Lingkungan Candi Baru, Gianyar, I Wayan Sunarta, mengaku resah dengan tak kunjung turunnya harga beras. Ia berharap pemerintah segera mencarikan solusi untuk mengatasi persoalan ini.

    Baca Juga:  Sikapi Isu Wisatawan Berulah, Begini Langkah Dinas Pariwisata Bali

    “Jangan turun, malahan semakin naik harganya. Dulu harga beras premium untuk ukuran 5 Kg kami beli Rp 60 ribu sekarang Rp 75 ribu. Dengan kondisi ini s peran pemerintah sangat kami harapkan,” harapnya. (ina/kb)

    Back to top button