GianyarSosialTokoh

Majelis Ta’lim Al Multazam Waspadai Radikal dan Intoleransi pada Pemilu 2024

    GIANYAR, Kilasbali.com – Mensukseskan Pemilu 2024, semua komponen bangsa wajiib mengantisipasi potensi gangguan dari kelompok radikal dan ancaman intoleransi yang bisa merusak proses demokrasi.

    Menyikapi itu, Pengurus Majelis Ta’lim Al Multazam tetap berkomitmen untuk menolak segala potensi masuknya faham deradikalisme dan intoleransi di Kabupaten Gianyar.

    Pimpinan Majelis Ta’lim Al Multazam Gianyar, Haji Ibnu Atho’illah saat bersilahturami dengan jajarna Intelkam Polres Gianyar, Sabtu (3/2) menegaskan, Indonesia, sebagai negara dengan keberagaman suku, agama, ras, dan budaya, memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga keamanan selama pelaksanaan Pemilu.

    Kelompok radikal dan intoleransi bisa memanfaatkan kerentanan ini untuk menciptakan ketegangan dan memperkeruh suasana politik. Terlebih, perkembangan teknologi membawa dampak besar dalam proses Pemilu yang sekaligus membuka pintu bagi radikalisasi di ruang digital.

    Baca Juga:  Dua Toko Fashions Dilalap Si Jago Merah, Prediksi Kerugian Capai Setengah Miliar

    “Media sosial dan platform daring dapat menjadi wadah untuk menyebarkan ideologi radikal dan propaganda intolernsi. Pemilu 2024 juga berpotensi menjadi ajang penyebaran narasi ekstrem yang dapat memecah belah masyarakat,” ungkapnya.

    Menghadapi potensi gangguan kelompok radikal, terorisme serta intoleransi ini, baginya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat melalui tokoh-tokoh agam mauouan adat sangat diperlukan.

    Karena itupula di dalam internal Majelis Ta’lim Al Multazam Gianyar, pihkanya selalu menguatkan program moderasi beragama. Serta saling bahu mambahu berkoordinasi dwngan lintas instansi serta melibatkan banyak elemen masyarakat untuk meminimalisir ancaman kekerasan berbasis agama.

    Baca Juga:  Ini Dia Enam Nama Kandidat Pilkada dari KIM Gianyar

    “Cara pandang kelompok radikal yang menganggap seolah-olah agama dan Pancasila berlawanan, menjadi tantangan bagi seluruh elemen masyarakat untuk 0Sebab pesta demokrasi seharusnya membuat rakyat bersuka cita memilih pemimpin tanpa harus dipaksa masuk pada polarisasi yang tajam,” katanya.

    Pendidikan dan kesadaran masyarakat juga memegang peran penting dalam menanggulangi radikalisasi.

    “Kami juga wajib menjalankan peran strategis dalam mendeteksi dan melaporkan aktivitas yang mengarah kelompok radikal. Sehingga dapat membantu mengawasi perkembangan situasi dan memberikan informasi yang akurat kepada instansi terkait. Karena Dalam suasana yang kondusif, potensi kelompok radikal dan terorisme dapat diminimalisir,” yakinnya. (ina/kb)

    Back to top button