News UpdatePolitikTabanan

Suara Pilpres-Pileg di Pemilu 2024 Tidak Setara, PDIP Tabanan Jadikan Pelajaran

    TABANAN, Kilasbali.com – Jajaran PDIP Tabanan menjadikan hasil Pemilu 2024 sebagai bahan pelajaran. Terutama dalam menggarap suara dari kalangan pemilih pemula.

    Sikap ini bercermin pada hasil perolehan suara dalam pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) yang tidak linear atau setara.

    Ketua DPC PDIP Tabanan I Komang Gede Sanjaya tidak memungkiri hal tersebut. Ia menyebutnya sebagai fenomena yang aneh.

    “Saya dan teman-teman sempat diskusi dan rapat di DPD. Ini fenomena aneh karena tidak linier. Kok bisa antara pilpres dan pileg berbeda,” ujar Sanjaya, Sabtu (17/2).

    Baca Juga:  Bupati Tabanan Sampaikan Rekomendasi DPRD Tabanan Atas LKPJ TA 2023

    Karena itu, pihaknya menjadikan hasil Pemilu 2024 sebagai pelajaran. Terutama dalam mengikuti fenomena-fenomena di kalangan pemilih pemula.

    “Bagaimana mengikuti fenomena anak muda. Karena PDIP juga, ke depan, biar linier, harus bisa gimmick-gimmick. Tidak hanya mencari (suara) akar rumput saja,” jelasnya.

    Dari Pemilu 2024, khususnya pilpres, PDIP mendapatkan gambaran bahwa pemilih pemula, utamanya Generasi Z, menyukai tampilan yang berbeda.

    Baca Juga:  Sesepuh Banteng Tabanan Turun Gunung Suarakan 'ABS'

    “Buktinya mereka tetap memilih tokoh di desanya (dalam pileg). Tapi (calon) presidennya kok beda,” tukasnya.

    Sekadar diketahui, DPC PDIP Tabanan mengklaim kemenangan pasangan Ganjar-Mahfud di tingkat kabupaten mencapai 58,74 persen.

    Bahkan Sanjaya menyebut perolehan suara Ganjar-Mahfud pada posisi itu merupakan yang tertinggi di Bali. “Tabanan tertinggi di Bali,” kata Sanjaya. (c/kb)

    Back to top button

    Berita ini dilindungi