PolitikTabanan

Golkar Tabanan Kehilangan 1 Kursi di DPRD, Tapi Masih Bisa Bentuk Fraksi

    TABANAN, Kilasbali.com – Tidak hanya Partai NasDem yang kehilangan kursi di DPRD Tabanan dalam Pemilu 2024, Partai Golkar setempat turut merasakan yang sama karena harus kehilangan satu kursi.

    Kursi DPRD Tabanan yang lepas dari Golkar Tabanan ini ada pada dapil atau daerah pemilihan Tabanan 1 (Tabanan-Kerambitan).

    Dengan demikian, dalam Pemilu 2024 Golkar Tabanan praktis hanya mampu mempertahankan empat kursi. Atau, turun satu kursi dari perolehan lima kursi pada pemilu lima tahun lalu.

    “Turun. Dari lima (kursi) menjadi empat,” sebut Sekretaris DPD Partai Golkar Tabanan I Made Asta Dharma, Minggu (18/2).

    Baca Juga:  Sopir Diduga Mengantuk, Truk Tabrak Mobil-Palinggih

    Ia menyebut kursi yang lepas dalam pemilu kali ini ada di dapil Tabanan 1 (Tabanan-Kerambitan). Di dapil ini, Golkar Tabanan hanya mampu mempertahankan satu kursi.

    “Sekarang di dapil Tabanan 1 cuma saya saja,” ujar Asta Dharma. Kebetulan posisi satu kursi itu diprediksi kuat untuk dirinya yang turut berlaga dalam Pemilu 2024 sebagai calon petahana.

    Sedangkan di dapil Tabanan 2 (Selemadeg Timur, Selemadeg, Selemadeg Barat, dan Pupuan) perolehan suaranya masih bertahan satu kursi yang diprediksi akan ditempati calon petahana Ketut Budi Adnyana.

    Baca Juga:  Polsek Kerambitan Sosialisasi Dampak Buruk Judol ke Sekolah-sekolah

    Perolehan bertahan juga terjadi di dapil Tabanan 3 (Penebel-Baturiti) sebanyak satu kursi yang diprediksi ditempati calon petahana I Nyoman Wirama Putra.

    Berikutnya di dapil Tabanan 4 (Kediri-Marga), Golkar Tabanan masih mempertahankan satu kursi yang diprediksi ditempati oleh calon petahana I Wayan Gindera.

    “Ya karena situasi. Tidak ada yang perlu disikapi berlebihan. Bagaimana, kami harus menghadapi situasi di bawah. Menghadapi parpol berkuasa,” sebutnya.

    Baca Juga:  Ini Dia Enam Nama Kandidat Pilkada dari KIM Gianyar

    Meski mengalami penurunan satu kursi di DPRD Tabanan, Asta Dharma menyebut partainya masih bisa membentuk satu fraksi. “Masih tetap bisa membentuk satu fraksi,” katanya.

    Menurut Asta Dharma, hasil Pemilu 2024 ini pastinya akan menjadi bahan evaluasi di internal patrinya. Salah satunya mengenai dampak pemilihan presiden bagi perolehan suara partai pengusung.

    “Efek Prabowo-Gibran tidak linear dengan partai pengusung. Sedikit (efeknya). Cuma Gerindra saja yang mendapatkan efeknya,” tukasnya. (c/kb)

    Back to top button