GianyarSosial

Majelis Ta’lim Multazam Tolak Radikalisme dan Intoleransi di Gianyar

    GIANYAR, Kilasbali.com – Kelompok radikal dan terorisme setiap saat dapat memanfaatkan kerentanan segala momentum. Menyikapi itu, penolakan terus berketok tular demi mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.

    Demikian halnya menjelang bulan Ramadhan, Majelis Ta’lim Al Multazam ingin situasi kamtibmas di wilayah Gianyar selalu terjaga tetap kondusif, selalu tegak lurus dengan ajaran agama sehingga terhindar dari paparan faham radikalisme maupun intoleransi.

    Ketua Majelis Ta’lim Al Multazam, Haji Sumadi, Jumat (8/3) menegaskan, kelompok pengajian yang berada di seputar kota Gianyar dan beranggotan sekitar 70 orang tetap proafktif memerangi radikalisme dan terorisme.

    “Kami secara rutin melaksanakan pengajian maupun kegiatan sosial keagamaan di wilayah Gianyar kota khususnya. Majelis Ta’lim ini berdiri sekitar tahun 2010 yang awalnya dijadikan sebagai sarana silaturahmi untuk warga pendatang di Kabupaten Gianyar yang beragama muslim,” ungkapnya.

    Baca Juga:  Polres Tabanan Gelar Operasi Cipkon Untuk Amankan Jalannya Pilkada 2024

    Menghadapi potensi gangguan kelompok radikal dan terorisme, pihaknya sangat memahani jika kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat maupun kelompok-kelompok tak terkecuali Majelis Ta’lim Al Multazam sangat diperlukan.

    Karena itu, pihaknya selalu mengedepankan pembinaan tentang kesadaran anggotanya dalam menanggulangi radikalisasi.

    “Kami mengadakan pengajian setiap hari Kamis dengan mengambil tempat di rumah anggota majelis secara bergiliran. Nah pada kesempatan ini pula kami terus menekankan pentingnya mengimplementasikan sikap toleransi, pluralisme, dan pemahaman terhadap perbedaan. Karena ini menjadi instrumen untuk mencegah terbentuknya basis pendukung kelompok radikal,” paparnya.

    Baca Juga:  Roadshow, Wisnu Temui Sulinggih dan Aktif di Medsos

    Sebagai kelompok yang bersentuhan langsung dengan dinamika masyarakat, pihaknya pun mengambil peran strategis dalam mendeteksi dan melaporkan setiap adanya potensi aktivitas kelompok radikal.

    “Keterlibatan aktif ini, kami harapkan dapat membantu mengawasi perkembangan situasi dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat dengan selalu berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujarnya.

    Baginya, keberadaan taklim ini diyakini dapat menjadi tempat pendewasaan dan belajar agama bagi para anggotanya.

    Baca Juga:  Berpulang Jelang Pelantikan DPRD Gianyar

    Sehingga mereka tidak belajar dari sumber yang tidak tepat atau salah paham dalam memahami agama.

    “Melalui Majelis Taklim ini, kami yakini dapat membentengi anggota kami terhadap pengaruh-pengaruh negatif dari perkembangan zaman termasuk juga pengaruh radikalisme,” pungkasnya. (ina/kb)

    Back to top button