CeremonialDenpasar

Bunda Literasi Kota Denpasar, Budaya Gemar Membaca

    DENPASAR, Kilasbali.com – Bunda Literasi Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara mengukuhkan secara resmi Ayu Kristi Arya Wibawa sebagai Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar.

    Selain Ketua Harian, turut dikukuhkan pula Bunda Literasi Kecamatan dan Desa/Kelurahan se-Kota Denpasar.

    Pengukuhan tersebut dilaksanakan pada  Rapat Kerja Bunda Literasi se-Kota Denpasar Tahun 2024 di Hotel Aston Denpasar, Rabu (20/3) dan akan berlangsung hingga 21 Maret.

    Bunda Literasi Kota Denpasar, Sagung Antari menjelaskan, upaya pembudayaan gemar membaca tidak dapat dilaksanakan sendiri.

    Baca Juga:  Pemerintah Provinsi Bali Raih WTP untuk ke-11 Kali

    Untuk itu, dibutuhkan komitmen dan kolaborasi dari berbagai pihak, baik dari pemerintah maupun Bunda Literasi dari tingkat kecamatan dan desa/kelurahan yang merupakan figur atau role model untuk mewujudkan masyarakat berpengetahuan, produktif dan sejahtera.

    “Budaya gemar membaca tidak bisa dilakukan sendiri, perlu dukungan banyak pihak untuk mewujudkan masyarakat yang berpengetahuan, produktif dan sejahtera,” ungkapnya.

    Lebih lanjut diungkapkan, Bunda Literasi yang dikukuhkan pada hari ini diharapkan mampu mengemban tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Hal ini utamanya dalam meningkatkan budaya literasi dan gemar membaca guna mewujudkan Denpasar Makmur, Aman, Jujur dan Unggul (MAJU).

    Baca Juga:  Libatkan Wisatawan Asing, Griya Santrian Lepas 52 ekor Tukik

    “Semoga dengan lengkapnya Bunda Literasi di Kota Denpasar dari tingkat kota hingga desa/kelurahan dapat meningkatkan minat baca, budaya literasi serta gemar membaca untuk mewujudkan kota literasi menuju Denpasar Maju,” harapnya.

    Ketua Panitia Rapat Kerja Bunda Literasi Kota Denpasar, I Gusti Ayu Made Suryani menuturkan bahwa kegiatan rapat kerja ini nantinya tidak hanya berfokus pada kuantitas kegiatan gemar membaca dan literasi, tetapi lebih ditekankan pada kualitas kegiatan yang bisa memberikan dampak positif sekaligus keberhasilan dalam promosi pembudayaan gemar membaca di masyarakat.

    “Kegiatan nantinya tidak hanya berfokus pada kuantitas saja, tetapi lebih menekankan pada kualitas kegiatan yang memberikan dampak positif pembudayaan gemar membaca di masyarakat,” pungkasnya. (m/kb)

    Baca Juga:  Tekan Laju Inflasi Kota Denpasar

     

    Back to top button