BirokrasiTabanan

Dua Tahun Tak Kebagian, DPRD Tabanan Perjuangkan DAK untuk Nelayan

    TABANAN, Kilasbali.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Tabanan sedang berupaya memperjuangkan bantuan sarana dan prasarana bagi seluruh nelayan setempat.

    Pasalnya, sudah dua tahun terakhir, para nelayan di Kabupaten Tabanan tidak kebagian bantuan dalam format Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikucurkan pemerintah pusat tersebut.

    Anggota Komisi I sekaligus mantan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Tabanan, I Ketut Arsana Yasa, mengungkapkan hal tersebut pada Jumat (22/3).

    “Saat ini kami sedang memperjuangkan DAK pusat untuk nelayan,” katanya.

    Baca Juga:  Banggar-TAPD Bahas KUA/PPAS, Pendapatan APBD 2025 Dirancang Rp 698 M

    Menurutnya, sudah sudah tahun terakhir ini, nelayan di Kabupaten Tabanan tidak kebagian DAK tersebut.

    “Saya sudah beberapa kali bolak-balik ke kementerian untuk mengawal proposal dari bupati. Namun hingga saat ini belum terealisasi,” imbuhnya.

    Ia menjelaskan, proposal tersebut pada intinya memuat permohonan usulan alat tangkap bagi nelayan tradisional.

    Usulan itu disesuaikan dengan kebutuhan nelayan tradisional di Tabanan dalam bentuk jukung atau perahu, jarring ikan, dan sarana prasarana penunjang aktivitas nelayan tradisional.

    Baca Juga:  Bawaslu Tabanan Temukan Pantarlih Tak Lakukan Coklit

    “Nelayan tradisional ini berdasarkan ekonomi kerakyatan, tidak seperti nelayan besar atau maju. Sehingga perlu mendapat bantuan pusat,” tegasnya.

    Sebelumnya, sambung Arsana Yasa, pemerintah sempat memberikan bantuan kepada para nelayan dalam bentuk jaring purse seine dan perahu besar yang sesungguhnya untuk tangkapan berkapasitas 30 GT.

    Hanya saja, bantuan itu tidak diterima sebab nelayan di Tabanan merupakan nelayan tradisional. Di samping itu, kondisi perairan di Tabanan juga tidak memungkinkan bagi pendaratan kapal besar.

    “Yang cocok itu adalah alat-alat utama yang diperlukan nelayan yakni perahu, mesin tempel, alat pancing, alat penangkap lobster, dan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan nelayan tradisional,” tukasnya. (c/kb).

    Back to top button