HukumTabanan

Polisi Ungkap Motif Penganiayaan Berujung Maut di Desa Nyambu

    TABANAN, Kilasbali.com – Penyidik Polres Tabanan akhirnya mengungkap motif penganiayaan yang sempat terjadi di Banjar Carik Padang, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri baru-baru ini.

    Dari hasil pemeriksaan sementara, ketujuh pelaku penganiayaan dalam kasus ini melakukan aksinya karena kedua korban yakni Maliki dan Rian Anggara ugal-ugalan saat mengendarai motor.

    “Dari keterangan para pelaku dikarenakan korban ugal-ugalan mengendarai motor di jalan umum,” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tabanan AKP I Komang Agus Dharmayana, Selasa (26/3).

    Motif itulah yang kemudian membuat ketujuh pelaku melakukan penganiayaan hingga membuat korbannya yakni Maliki mengalami luka-luka dan Rian Anggara meninggal dunia.

    Baca Juga:  Sopir Diduga Mengantuk, Truk Tabrak Mobil-Palinggih

    Adapun ketujuh pelaku yang seluruhnya berasal dari Desa Kaba Kaba antara lain IKGS (18), IPRY (17), I Gusti Komang Veri Agustina (26), I Ketut Alit Adinatha (21), I Putu Widiana (23), I Putu Joni Purnama Putra alias Joni (28), dan I Putu Kusumayana (25).

    Ketujuh pelaku tersebut memiliki peran yang hampir sama dalam kasus penganiayaan tersebut yakni menginjak punggung, kepala, atau leher korban.

    Selain menginjak, sebagian di antara mereka ada juga yang memukul dan memindahkan motor korban.

    Baca Juga:  Ini Target Operasi Patuh Agung 2024 di Tabanan

    Agus Dharmayana menegaskan, dalam kasus ini belum ditemukan adanya indikasi para pelaku berada di bawah pengaruh minuman keras atau miras.

    Dari pengakuan ketujuh pelaku, sebelum kejadian mereka sedang nongkrong di balai banjar, pinggir jalan Desa Kaba Kaba.

    Selain itu, ia juga menyebut tidak ada pengarus miras atau minuman keras dalam kasus ini. “Pada saat penyidik datang di TKP (tempat kejadian perkara) belum ditemukan bukti-bukti adanya tempat atau botol miras,” ujarnya.

    Baca Juga:  Bawaslu Tabanan Persoalkan Coklit Tak Prosedural di Sejumlah KK

    Ia menambahkan, sampai sejauh proses penyidikan masih berlangsung terhadap ketujuh pelaku. Dari tujuh pelaku, seorang di antaranya tidak menjalani penahanan karena berstatus di bawah umur.

    “Untuk tersangka di bawah umur, kami tidak melakukan penahanan. Tapi yang bersangkutan tetap mengikuti proses hukum dari tindak pidana yang dilakukan,” tegasnya. (c/kb).

    Back to top button