PeristiwaTabanan

Jalur Utama Banjar Pinge Menuju Desa Apuan Tertutup Longsor

    TABANAN, Kilasbali.com – Longsor terjadi di Banjar Pinge, Desa Baru, Kecamatan Marga pada Kamis (28/3).

    Longsor tersebut terjadi pada tebing di pinggir jalur utama yang menghubungan Banjar Pinge dengan Desa Apun, Kecamatan Baturiti.

    Meski tidak menimbulkan korban jiwa, longsor yang disertai dengan pohon tumbang itu membuat akses lalu lintas pada jalur utama tersebut terputus.

    “Kejadiannya pada Kamis malam (28/3) sekitar pukul 19.00 Wita,” jelas Kapolsek Marga, I Ketut Tunas.

    Ia menjelaskan, longsor tersebut terjadi akibat hujan deras sejak sore hari. Menurut keterangan kepala wilayah setempat yang diterima pihak Polsek Marga, hujan terjadi sejak pukul 15.00 Wita.

    Baca Juga:  Bawaslu Tabanan Persoalkan Coklit Tak Prosedural di Sejumlah KK

    “Sekitar pukul 19.00 Wita, kepala wilayah setempat memantau wilayah dan menemukan tanah longsor dekat Pura Jemeng,” imbuhnya.

    Tunas menyebutkan, ruas jalan yang tertutup material longsor itu merupakan jalur utama yang menghubungkan Banjar Pinge dengan Desa Apuan, Kecamatan Baturiti.

    Untuk sementara, sambungnya, akses lalu lintas di jalur itu belum bisa dilalui. Pihaknya juga sudah memasang papan peringatan larangan melintas.

    Baca Juga:  Ini Target Operasi Patuh Agung 2024 di Tabanan

    “Kami membuat rekayasa lalu lintas untuk menutup sementara jalur tersebut bagi kendaraan yang melintas,” ungkapnya.

    Sampai dengan Jumat (29/3) siang atau sekitar pukul 14.00 Wita, jalur itu masih belum bisa dilalui.

    Secara terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan I Nyoman Srinadha Giri menyebutkan, pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke lokasi.

    Dari pantauan tersebut, proses pembersihan terhadap material longsor mesti dilakukan dengan menggunakan alat berat.

    Baca Juga:  Restu Dewata Group Berbagi Sembako Kepada Lansia di Jatiluwih

    Proses pembersihan secara manual tidak memungkinkan dilakukan karena ketinggiannya yang mencapai dua setengah meter.

    Selain itu, jarak lokasi untuk memindahkan material longsor cukup jauh. “Sore ini alat beratnya tiba di lokasi di Pinge,” jelasnya.

    Ia menambahkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Perbekel Baru, proses pembersihan material longsor rencananya akan dilakukan pada Sabtu pagi (30/3).

    “Karena menurut informasi dari perbekel masih ada akses alternatif menuju ke utara (Apuan). Sehingga disepakati pembersihan dilakukan besok pagi, Sabtu (30/3),” tukasnya. (c/kb)

    Back to top button