Gianyar

Vaksin Rabies dan PMK Tak Linier

    GIANYAR, Kilasbali.com – Kolaborasi antara vaksinasi anjing berpotensi rabies dengan vaksinasi PMK diharapkan lebih efektif.

    Namun sayang ketersediaan vaksin rabies dan PMK tidak linier, sehingga hanya vaksinasi anjing bisa dituntaskan, sementara empat desa belum terjamah vaksinasi PMK Sapi .

    Kepala UPT Keswan 1 Gianyar, Nyoman Arya Darma menjelaskan, saat ini kasus rabies di Gianyar sudah menurun. Pola kolaborasi antara vaksinasi anjing dan vaksinasi pada sapi, diakuinya membuat pekerjaan lebih cepat tertangani.

    “Hanya saja, untuk vaksinasi PMK pada sapi untuk vaksin ketiga belum bisa terlaksana karena distribusi vaksin dari pemerintah pusat belum turun ke daerah,” terangnya, Kamis (2/5).

    Baca Juga:  Berpulang Jelang Pelantikan DPRD Gianyar

    Disebutkan, target vaksin rabies untuk di tiga kecamatan; Sukawati, Blahbatuh dan Gianyar sebanyak 1.400 ekor.

    “Vaksin yang tersedia melimpah dan kami fokus menuntaskan target tersebut, yang tersisa sekitar 10% di Kecamatan Blahbatuh,” jelas Arya Darma.

    Dikatakan, untuk yang tercecer ini adalah anjing liar atau anjing yang ada pemiliknya namun dilepas liar.

    “Ini kendala kita, anjingnya ada pemilik, namun dilepas liar. Sehingga tim kami kesulitan melakukan vaksinasi,” ungkapnya.

    Baca Juga:  Ruko dan Rumah di Gianyar Terbakar

    Berbarengan dengan pelaksanaan vaksinasi pada anjing, tim juga melakukan vaksinasi pada sapi pemberian vaksin PMK.

    Hanya saja, menurut Arya Darma justru vaksin PMK dari pemerintah pusat belum turun ke daerah.

    Disebutkan untuk vaksin PMK yang masih tersisa di Desa Tegal Tugu, Desa Lebih, Desa Singapadu Tengah dan Singapadu Kaler.

    “Kebutuhan vaksin PMK sekitar 500 vial, karena belum turun kami lakukan vaksinasi rabies dulu,” ujarnya.

    Sekalipun demikian, tim Keswan Gianyar terus berjibaku menuntaskan target vaksin rabies dan PMK.

    Baca Juga:  Hingga Menjelang Akhir Juli 2024, Kasus Positif Rabies pada Hewan Sudah 14 Kali

    “Kalau vaksin tersedia, maka sampai pertengahan tahun ini seluruh vaksinasi rabies dan vaksinasi PMK bisa tuntas, dan setelahnya tim akan menyisir yang tercecer,” jelasnya.

    Disamping itu, tim Keswan bukan saja menangani ternak Sapi dan peliharaan anjing, namun juga menuntaskan penyakit pada Babi, Ayam, Itik atau hewan ternak milik warga.

    “Konsentrasi kami bukan saja pada Sapi dan anjing, namun ternak lain. Begitu ada kasus, kami segera turun dan mencari penyelesaian, sehingga tidak meluas,” pungkasnya. (ina/kb)

    Back to top button