Tabanan

Jelang Kiriman Sampah dari Denpasar, TPA Mandung Masih Berasap

    TABANAN, Kilasbali.com – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung di Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, masih memunculkan asap sampai dengan Senin (13/5).

    Meski upaya pendinginan akibat kebakaran pada Jumat (10/5) terus dilakukan.

    Hanya saja faktor cuaca yang kencang ditambah gas metan yang terus dihasilkan gunungan sampah di TPA tersebut.

    Kemunculan gas metan tersebut membuat asap terus mengepul. Kepulan asap inilah yang terus menjadi perhatian petugas UPTD TPA Mandung, BPBD, dan Damkar Tabanan untuk ditanggulangi.

    Sayangnya, karena faktor angin yang cukup kencang, penyemprotan dirasa masih kurang maksimal.

    Baca Juga:  Anggota DPRD Tabanan yang Tak Lolos Dapat Dana Purna Tugas, Segini Besarnya!

    Di sisi lain, TPA Mandung telah ditetapkan sebagai lokasi untuk pengiriman sampah dari Denpasar selama berlangsungnya World Water Forum atau WWF sepanjang 18-25 Mei 2024.

    Kepala UPTD TPA Mandung Wayan Atmaja mengungkapkan sampai sejauh ini pihaknya belum mendapatkan jadwal pengiriman sampah dari Denpasar terkait pelaksanaan WWF.

    Informasi tidak resmi yang telah diterima menyebutkan, pengiriman sampah ke TPA Mandung rencananya akan dimulai sejak Jumat (17/5).

    “Ada informasi sampah mulai dikirim mulai tanggal 17 sampai 26 Mei 2024. Namun jadwal pastinya belum sampai ke UPTD. Termasuk jumlah volume sampah yang akan dikirim kesini (TPA Mandung),” ungkapnya.

    Terkait kesiapan menerima kiriman sampah dari Denpasar, lanjut kata Atmaja, akan memanfaatkan ruang lahan seluas 22 are. Tentunya luasan ini juga disiapkan untuk menampung sampah dari wilayah layanan di Tabanan.

    Baca Juga:  Ketua DPC Gerindra Tabanan Pertanyakan Dukungan Terbuka Forum Perbekel Seltim ke Sanjaya

    Untuk diketahui, khusus untuk pengiriman sampah di kabupaten Tabanan saja saat ini perhari bisa mencapai 155-160 ton dengan 40 truk perhari. “Sejatinya dengan lahan yang tersedia saat ini, kondisi TPA memang sudah overload,”terangnya.

    Ditambah, kondisi alat berat untuk penanganan sampah saat ini juga hanya bisa dilakukan dua unit saja yakni buldozer dan Ekskavator yang baru dibeli belum lama ini dari APBD Tabanan. Sedangkan 4 alat berat lainnya dalam kondisi rusak parah.

    Baca Juga:  Toya Devasya Kembangkan Wisata Storynomics

    “Kapasitas sampah di TPA Mandung itu 2,1 hektar dari luasan total 2,7 hektar, lahan kosong untuk perkantoran dan limbah tinja ada 27 are, dan 22 are masih ada space untuk kiriman sampah, cuma bisa bertahan tidak sampai setahun,” tukasnya. (c/kb)

    Back to top button