PolitikTabanan

Komisi IV-Disdik Tabanan Gelar Raker Persiapan PPDB 2024

    TABANAN, Kilasbali.com – Komisi IV DPRD Tabanan menggelar rapat kerja atau raker dengan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat untuk membahas persiapan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024.

    Raker yang berlangsung pada Selasa (14/5) di DPRD Tabanan itu dipandu Sekretaris Komisi IV Ni Made Rahayuni dan diawali dengan sambutan Ketua Komisi IV I Gusti Komang Wastana.

    Dalam raker tersebut, Wastana mengungkapkan animo masyarakat cukup tinggi menjelang pelaksanaan PPDB. Animo masyarakat yang tinggi ini masih berkaitan dengan pandangan masyarakat mengenai sekolah favorit.

    “Bagaimana meminimalkan keinginan tersebut melalui sosialisasi. Mengingat hal ini terus menjadi permasalahan dari tahun ke tahun,” kata Wastana.

    Pihaknya juga menekankan soal terlihatnya ketidakadilan kepada masyarakat yang masih menginginkan masuk di sekolah-sekolah yang sebelumnya menyandang status sekolah favorit.

    Baca Juga:  Hingga Mei 2024, Realisasi Retribusi Parkir Tabanan Sudah 50 Persen

    “Melihat sarpras (sarana prasarana) di masing-masing sekolah masih terbatas. Dalam menganggarkan dana pusat kita harus melengkapi sarpras yang menjadi kewajiban atau standar dari penerimaan atau penganggaran dana pusat,” ujarnya.

    Raker tersebut juga menyinggung soal perencanaan PPDB 2024 oleh Disdik Tabanan.

    “Karena DPRD menjadi muara masyarakat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terkait,” imbuhnya.

    Ia menyebutkan, Komisi IV menaruh perhatian utama pada anak-anak dari keluarga tidak mampu yang tidak mendapatkan kesempatan bersekolah.

    “Bagaiamana agar anak-anak tidak putus sekolah karena (sesuai) undang-undang wajib sekolah,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Disdik Tabanan I Gusti Putu Ngurah Darma Utama menyebut, pihaknya telah menyusun tim persiapan PPDB 2024 dengan tetap berkoordinasi dan bekerja sama dengan masyarakat.

    “Dan kami akan tetap mencarikan solusi untuk memecahkan permasalahan yang ada dan jalan keluarnya,” jelasnya.

    Baca Juga:  Kunjungan ke Tanah Lot Meningkat Selama WWF 2024

    Pihaknya telah melakukan penataan zonasi di tiap tingkatan sekolah berdasarkan usulan masyarakat. Penataan ini dilakukan dengan menggelar rapat bersama masyarakat dan stakeholder terkait.

    Sebagai gambaran, dalam musim PPDB kali ini jumlah lulusan TK sebanyak 7.422 siswa. Sementara daya tamping SD mencapai 8.960 siswa.

    Sedangkan lulusan SD pada tahun ini sebanyak 5.645 siswa dengan 517 siswa merupakan KK di luar Kabupaten Tabanan. Untuk daya tampung SMP pada tahun ini sebanyak 6.456 siswa.

    Ia juga memaparkan masing-masing kuota berdasarkan jalur pendaftaran. Untuk jalur zonasi 65 persen, jalur afirmasi 15 persen, jalur perpindahan orang tua atau wali lima persen dan jalur prestasi 15 persen yakni berdasatkan nilai raport lima persen, sains empat persen, olahraga tiga persen, seni budaya tiga persen.

    Baca Juga:  Indonesia Cetak Berbagai Rekor di WWF ke-10

    Pelaksanaan PPDB untuk tingkat SD meliputi pendataan, pendaftaran, verifikasi, pengunguman dan daftar ulang.

    Sedangkan PPDB SMP dimulai dari pendaftaran jalur afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua. Selanjutnya pengunguman, pendaftaran jalur zonasi, pengunguman dan pendaftaran ulang.

    “Persyaratan bagi SD dan SMP dan yang lainnya tetap dengan tahun tahun sebelumnya. Dan ada perubahan zonasi SMP yaitu SMP 1 Marga menambah untuk Desa Payangan, SMP 3 Pupuan menambah zonasi Banjar Bangal, SMP 1 Selbar menambh Banjar Nyuh Gading,” jelasnya. (c/kb)

    Back to top button