News UpdatePariwisataTabanan

Kunjungan ke Tanah Lot Meningkat Selama WWF 2024

    TABANAN, Kilasbali.com – Kunjungan wisatawan ke objek wisata Tanah Lot mengalami peningkatan selama berlangsungnya World Water Forum (WWF) 2024.

    Sebabnya, beberapa peserta forum resmi tingkat internasional tersebut ada yang berkunjung ke objek wisata di Kecamatan Kediri ini.

    Di awal periode Mei 2024 atau sebelum pelaksanaan WWF pada 18-25 Mei 2024, rata-rata kunjungan per hari adalah 5.900 orang.

    Namun, selama pelaksanaan WWF, rata-rata kunjungan per hari meningkat menjadi 6.400 orang.

    Peningkatan ini memberikan kontribusi positif namun juga menambah tantangan dalam pengelolaan destinasi wisata.

    Baca Juga:  Bupati Sanjaya Hadiri Ngaben Bersama di Desa Tista dan Marga

    Dalam penyelenggaraan WWF, Tanah Lot sempat kedatangan delegasi dari Jepang dan delegasi dari Hungaria.

    Bahkan, mantan Presiden Hungaria, Janos Ader, bersama istrinya, Anita Herczegh, datang langsung ke Tanah Lot.

    Meskipun peningkatan kunjungan wisatawan membawa dampak positif, terdapat masalah yang masih memerlukan perhatian serius.

    Keretakan pada tebing Batubolong, salah satu daya tarik utama di Tanah Lot, masih belum mendapatkan penanganan yang memadai.

    “Hingga saat ini, belum ada kejelasan dari pihak berwenang terkait rencana perbaikan yang konkret. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, mengingat potensi bahaya yang dapat ditimbulkan jika keretakan tersebut tidak segera ditangani,” ujar Manajer Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, I Wayan Sudiana.

    Baca Juga:  Manfaatkan Lahan Kritis, Desa Suwat Datangkan Kementerian Lingkungan Hidup

    “Terakhir tim dari BWS datang bulan Februari dan masih dalam tahap penyusunan anggaran dan metode pelaksanaan yang dipakai” imbuhnya

    Di sisi lain, upaya perbaikan dan renovasi di Tanah Lot juga berlanjut. Renovasi Pura Luhur Tanah Lot memang menghadapi tantangan berat, mengingat harus memperhitungkan siklus pasang surut air laut untuk pengangkutan material dan keperluan lainnya.

    Baca Juga:  Piraeus Yunani Jajaki Kerjasama dengan Kota Denpasar

    Selain itu, fasilitas penunjang seperti Bale Sakanem juga sedang diperbaiki untuk mendukung kegiatan umat dan pariwisata.

    Pihak pengempon menyatakan bahwa tahap pertama ini ditargetkan selesai dalam beberapa bulan ke depan, sebelum memasuki tahap berikutnya yang lebih kompleks dan memerlukan waktu lebih lama.

    Dengan adanya perbaikan fasilitas dan peningkatan jumlah wisatawan, Tanah Lot diharapkan dapat terus menjadi destinasi wisata yang aman dan nyaman, sambil menunggu solusi definitif untuk masalah keretakan tebing Batubolong. (c/kb)

    Back to top button