GianyarSosial

Ratusan Anak-anak di Gianyar Masuk Katagori Terlantar

    GIANYAR, Kilasbali.com – Di balik gemerlap pariwisata, ternyata masih ada warga yang masuk katagori miskin. Ironisnya, terdapat anak-anak yang masuk katagori anak terlantar. Bahkan, tidak tanggung-tanggung, ratusan anak diantaranya masih balita.

    Dari data Dinas Sosial Gianyar, sebanyak 131 orang anak ditelantarkan oleh orangtuanya. Tujuh diantaranya masih balita.

    Di Kecamatan Gianyar sebanyak dua orang balita, Ubud sebanyak 1 balita, Blahbatuh sebanyak 3 balita dan Sukawati sebanyak 1 orang Balita.

    Sedangkan anak terlantar tersebar di berbagai kecamatan. Rinciannya, sebanyak 50 orang ada di Kecamatan Gianyar, di Tegalalang sebanyak 6 orang, di Ubud sebanyak 12 orang, di Blahbatuh sebanyak 10 orang, Sukawati sebanyak 42 orang dan di Payangan sebanyak 11 orang.

    Baca Juga:  Batubulan Paceklik Air, Dirut PDAM Minta Maaf

    Tidak hanya itu, Gianyar juga mengantongi 4.640 orang anak yang terdata sebagai fakir miskin. Rinciannya, sebanyak 1.202 anak berada di Kecamatan Gianyar, sebanyak 1.038 di Tegalalang, sebanyak 470 di Ubud, sebanyak 288 orang di Tampaksiring, sebanyak 449 di Payangan, sebanyak 455 orang di Blahbatuh dan 738 orang di Sukawati.

    Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Gianyar, Anak Agung Gede Rai mengatakan, anak-anak yang dalam katagori terlantar dan fakir miskin, selama ini telah diberikan bantuan rehabilitasi sosial dasar, terdiri dari kebutuhan pokok seperti makanan, dan program yang bertujuan agak anak bisa hidup layak di kemudian hari.

    Bantuan tidak hanya datang dari Pemkab Gianyar, tetapi juga pemerintah pusat. Kata dia, pihaknya di Kabupaten Gianyar selama ini telah mengantisipasi supaya anak-anak yang masuk dalam kategori terlantar hingga fakir miskin, tidak melakukan hal yang tidak diinginkan.

    Baca Juga:  Maison Aurelia by Preference.Sanur Lakukan Konservasi Hutan Bakau

    “Kami di Gianyar, sesuai dengan bidang, sudah memberikan bantuan rehabilitasi sosial dasar, seperti memberikan makanan, dan program untuk bisa hidup layak. Bantuan juga rutin diberikan oleh pemerintah pusat,” pungkasnya. (ina/kb)

    Back to top button