GianyarHiburanPariwisata

Usung Prinsip TNT, Chef Syrco Bakker Hadirkan Beragam Kuliner Indonesia

    UBUD, Kilasbali.com – Peraih 2 bintang Michelin Chef Syrco Bakker yang menahkodai Syrco BASÈ Ku, pelopor culinary hub di kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar, kembali meluncurkan menu terbarunya, pekan lalu.

    Hal ini menyesuaikan dengan perubahan musim sembari mempertajam fokus ke artisan Bali dan tradisi makanan archipelago yang beragam, sekaligus membuktikan komitmennya terhadap prinsip transparan, alami, dan ketertelusuran atau transparency, nature, and traceability (TNT).

    Secara eksklusif Chef Syrco siap memandu belasan tamu melalui perjalanan epicurean selama tiga jam untuk memberikan pengalaman gastronomi yang transendental.

    Dibuka pada malam hari, dua kali seminggu, ruang intim dengan nuansa earthy yang didominasi warna hijau sage dan cokelat kacang hazelnut dengan pemandangan ke taman berisikan tumbuhan yang dapat dikonsumsi, menyajikan “taman bermain” yang impresif bagi chef berkelas dunia untuk menunjukkan filosofi dan keahlian kulinernya.

    Sekaligus dapat terkoneksi dengan para tamu sembari merangkai setiap momentum kuliner dengan cermat, serta berbagi cerita mengenai orang-orang dan tempat di balik setiap sajian. Juga memanifestasikan cerita dan pilar intinya yang menarik melalui keahlian gastronomi.

    Baca Juga:  Toya Devasya Goes Digital

    Pada pengalaman makan malam, para pengunjung disajikan 18 momen kuliner yang dibagi dalam 6 bagian, dimulai dengan ‘Traditions’ dan ‘Bali Heroes’, diakhiri ‘The Future’ dan ‘Indulgence’. Para tamu juga berkesempatan mendapatkan pengalaman menakjubkan melalui sajian seperti “grouper” (aloe vera, sambal ijo, tanaman segar yang baru dipetik “garden blooms”), yang dapat membangkitkan pengalaman menyenangkan dengan memandang lukisan Water Lilies dari Monet, sambil menikmati Tuna (tomat, jahe, kacang kenari), yang memberikan kesan taman Zen Jepang.

    “Menu baru ini menjadi perluasan untuk cerita kami yang akan terus berkembang. Dari rasa hormat terhadap tradisi lokal, kebudayaan, dan agama juga kolaborasi harmonis, ke riset dan percobaan yang terus dilakukan, serta proses pengembangan dan keinginan kami untuk terus memberikan kejutan dan kenikmatan, menu baru ini menunjukkan bagaimana kami hidup berdasarkan nilai dan kepercayaan yang kami pegang teguh dan menyajikannya ke piring.” ujar Chef Syrco

    Baca Juga:  Temuan Bawaslu Gianyar, Masih Ada Pemilih Ganda, Meninggal Hingga Difable

    Dikelilingi dinding berwarna terakota dan susunan panel kayu yang elegan di restoran dua lantai yang modern dan hangat yang berkapasitas 50 pengunjung, ada tiga menu baru penyajian terbaik dari Bali di atas meja, dilengkapi ragam warisan tradisi kuliner Indonesia yang kaya.

    Untuk pasangan minuman yang secara professional diformulasi untuk Ku dan Restoran, pilihan minuman beralkohol dan 0% disajikan untuk merepresentasikan sajian minuman terbaik Nusantara.

    Sementara fine wine pairing yang disajikan merupakan hasil seleksi dari sommelier Noa Tanghe, yang sebelumnya pernah menjadi anggota tim Chef Syrco pada saat di Pure C, Belanda.

    Konsep Bali Heroes terdiri dari delapan momen yang menghormati tradisi Pulau Bali yang masih dijaga, seperti penggunaan marigold yang biasanya ditemukan pada sesembahan harian bagi para dewa, hingga keong yang dipanen di sawah lokal terdekat, merupakan sumber protein yang berharga bagi komunitas agraris Bali sejak berabad-abad yang lalu.

    “Produk lokal terbaik dari Bali dipersiapkan dengan penuh penghormatan sehingga dapat tampil bersinar dan menekankan komitmen serta keahlian dari para produser dan spesialis yang sangat kami hargai,” kata Chef Syrco.

    Baca Juga:  Ini Dia Enam Nama Kandidat Pilkada dari KIM Gianyar

    Pada menu Plant BASÈ, kekayaan dan keragaman dari tanah Bali dibungkus dalam sembilan momen makan nabati (plant-based).

    Pada saat pembuatan konsep yang baru, tim Syrco BASÈ dengan cermat meriset dan mencoba untuk terkoneksi dengan sejarah panjang dari area sekitar mengenai obat-obatan natural, yang dikenal oleh masyarakat tua Bali sebagai ‘ubad’, asal-usul dari nama Ubud.

     

    Chef Syrco Bakker mempertajam fokus ke artisan Bali dan tradisi makanan archipelago yang beragam
    Kilasbali/djo 

     

    Para tamu dapat menantikan momen seperti PAPAYA, yang mengombinasikan buah-buahan lokal dengan kelapa muda, daun kari, yogurt kelapa, dan tempe.

    “Dengan konsep yang baru, kami ingin menonjolkan aspek kesehatan yang dihasilkan dari berbagai herba, buah, tanaman, bunga, serta sayuran yang dihasilkan dari tanah kaya negeri ini, termasuk yang tumbuh dalam taman kami,” jela Chef Syrco. (Kb/djo)

    Back to top button