Tabanan

RSUD Tabanan Segera Punya Chat Lab untuk Penyakit Jantung-Stroke

    TABANAN, Kilasbali.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan akan segera memiliki Catheterization Laboratory (Cath Lab) untuk memperkuat layanan bagi pasien penyakit jantung dan stroke.

    Cath Lab ini merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang sejatinya telah lama diberikan. Namun, karena terbentur anggaran penyiapan gedung, alat tersebut baru bisa tiba pada November 2024 mendatang dan diharapkan mulai beruparasi

    “Semestinya tahun 2023, karena tidak ada anggaran untuk penyediaan gedung jadi tertunda,” jelas Direktur RSUD Tabanan, dr I Gede Sudiarta, belum lama ini.

    Ia menjelaskan, Cath Lab memiliki dua fungsi. Pertama, untuk penyakit jantung terutama pasien yang mengalami sumbatan dan perlu tindakan pemasangan ring. Hanya saja, untuk rumah sakit kabupaten, pemasangan ring yang dilakukan hanya untuk grade satu dan dua saja. Sedangkan fungsi kedua, Cath Lab juga bisa dipakai untuk layanan bagi pasien stroke.

    Baca Juga:  Revitalisasi Pasar Gadarata Tabanan Molor

    Ditambahkan, keberadaan alat tersebut akan memperkuat layanan bagi pasien jantung dan stroke. Terlebih dalam sehari, pasien poliklinik jantung bisa mencapai seratus orang per hari. Sedangkan yang memerlukan tindakan seperti pemasangan ring rata-rata sepuluh sampai 15 orang pasien dalam sebulan.

    “Tahun ini mau tidak mau harus sudah bisa disiapkan karena ini program pusat yang termasuk pelayanan prioritas yakni KJSU (Kanker, Jantung, Strok dan Urologi). Kalau alat Urologi sudah lengkap,” ujarnya.

    Mengenai gedung yang akan digunakan, pihaknya akan memanfaatkan gedung yang sudah ada lalu memodifikasinya dengan menggunakan dana operasional. Kebetulan, RSUD Tabanan ada rencana melakukan pembangunan gedung baru.

    Baca Juga:  Pemkab Tabanan Hendak Bangun Taman Perjuangan, Ditarget Selesai Akhir 2024

    “Untuk perlengkapan peralatan sarana prasarana karena Cath Lab ini penyediaannya sama dengan ruang radiologi harus memasang kaca timbal itu tanggungan pemilik alat,” jelasnya.

    Selain itu, kesiapan lainnya adalah menyangkut sumber daya manusia. Dokter yang menangani alat ini harus memiliki pendidikan sekitar setahun.

    “Untuk pendidikan intervensinya, khususnya dokter jantung, sedangkan dokter syaraf masih dicarikan. Karena dokter syaraf yang sudah ada di RS Tabanan saat ini (tiga dokter) sudah menekuni bidang lain,” tukasnya. (c/kb)

    Baca Juga:  Bawaslu Tabanan Temukan Pantarlih Tak Lakukan Coklit

     

    Back to top button