GianyarSeni Budaya

Suguhkan “Wanti Warsa Pasraman”, Sanggar Seni Puri Saraswati Magnet Pengunjung  PKB

    GIANYAR, Kilasbali.com – Kalangan Ratnakanda, Art Centre menjadi titik magnet pengunjung PKB, Minggu (30/6) sore.

    Terlebih, suguhan rangkaian tari bertajuk “Wanti Warsa Pasraman” dari  Tari Sanggar Seni Puri Saraswati (SSPS) Singapadu, Sukawati, Gianyar benar-benar spesial.

    Eksistensi sanggar selama 32 tahun diekspresikan dengan ragam tarian.

    Mengawali pertunjukkan, sepasang  putri mempersembahkan tembang gaguritan yang seirama dengan suasana sore yang mulai menyejuk.

    Disambung dengan tarian penyambutan yang dibawakan oleh puluhan penari. Tanpa jeda berlanjut dengan tari magaguritan.

    Tidak hanya menunjukkan kepiawaian menari, empat orang gadis penari terasa fasih  metembang gaguritan sembari melentikkan jemari.

    Puncaknya tari janger, yang menceritakan tentang wanti warsa pasraman dalam hal ini Sanggar Sanggar Seni Puri Saraswati (SSPS) yang kini sudah menginjak 32 tahun.

    Baca Juga:  Ratusan Taekwondoin Bali Ikuti Diklat Penguji dan Kepelatihan hingga UKT

    Dengan rasa syukur, bahagia penuh suka cita, para siswa memeriahkan hari jadi sanggar.

    Sebagian siswa suguhkan tembang geguritan, ada yang mempersembahkan tari topeng prembon kreasi, barong, serta Tarinkreasi baru yang inovatif dan atraktif.

    Semua persembahan ini merupakan ekspresi para siswa yang sangat menikmati proses belajar dan berlatih  di bidamg seni tari, tabuh, dan megaguritan.

    Penampilan ragam tari persembahan
    Sanggar Seni Puri Saraswati (SSPS) Gianyar. Foto/ist

    Alhasil, kini mereka tumbuh dan menjadi seniman-seniman muda yang merupakan  generasi penerus  yang akan melanggengkan kesenian. “Ini sangat unik,  anak-anak menari sembari melantunkan  megaguritan.  Benar-benar persiapan dini  untuk persiapan drama tari arja atau prembon atau lainnya sebagai pengembangan ke depannya. Gianyar memang produsen seniman,” ungkap Pak Ketut Sutama, penonton asal Tabanan.

    Pendiri sekaligus ketua Sanggar Seni Puri Saraswati, Cokorda Istri Rukmini mengungkapkan rasa syukurnya mendapatkan kesempatan untuk tampil di PKB.

    Baca Juga:  Temuan Bawaslu Gianyar, Masih Ada Pemilih Ganda, Meninggal Hingga Difable

    Momentum ini diharapkan dapat penguatan semangat sanggar untuk menjaga eksistensinya di dunia berkesenian.

    Karena dalam perjalanannya selama 32  tahun ini, sanggar ini tetap eksis lantaran “ketulusan” mengabdi untuk kesenian tradisional.

    “Kami sangat bersyukur, tampilan anak-anak menuai apresiasi tinggi dari penonton di PKB,” ujar Cok Istri.

    Keberadaan sanggar Seni Puri Saraswati ini terbilang sanggar yang aktif dan memiliki prestasi yang membanggakan.

    Baca Juga:  Jualan di Trotoar, Satpol PP Kota Denpasar Tipiring PKL

    Sejak berdiri, sanggar ini pernah melakoni misi kesenian ke negari Sakura tahun 1993.

    Mengikuti parade tari tingkat nasional di Jakarta, parade dolanan anak-anak di Solo, persembahkan Sendratari kolosal di PKB Bali, langganan juara di setiap kejuaran tari Bali dan tarakhir menjadi duta Bali dalam Pawai Budaya di Istora Jakarta November 2019. (ina/kb)

    Back to top button