PolitikTabanan

Mulyadi Tak Penuhi Panggilan DPC PDIP Tabanan

    TABANAN, Kilasbali.com – Pengurus DPC PDIP Tabanan melakukan pemanggilan terhadai Ketua PAC PDIP Kediri, I Nyoman Mulyadi, terkait pencalonannya sebagai bakal calon bupati dari Partai Golkar.

    Sayangnya, pemanggilan yang dilakukan pada Senin (1/7) itu tidak dipenuhi oleh Mulyadi. Ini seperti diungkapkan Sekretaris DPC PDIP Tabanan, I Nyoman Arnawa.

    “Tadi kurang lebih pukul 10.00 Wita kami melakukan pemanggilan kader PDIP, I Nyoman Mulyadi, yang diinformasikan mencalonkan diri atau dicalonkan dari partai lain,” kata Arnawa.

    Pihaknya sudah menunggu kedatangan Mulyadi sampai dengan pukul 11.30 Wita. Namun, Mulyadi tidak kunjung hadir. “Jadi kami akan sikapi dengan pemanggilan kedua,” jelasnya.

    Baca Juga:  Temuan Bawaslu Gianyar, Masih Ada Pemilih Ganda, Meninggal Hingga Difable

    Arnawa menyebutkan, pihaknya akan menjadwalkan pemanggilan kedua pada 10 Juni 2024 mendatang. Apapun hasilnya nanti, pihaknya akan tetap menyampaikannya ke dalam berita acara untuk diproses ke DPD dan DPP.

    “Sehingga kami sebagai petugas partai juga sudah melaksanakan mekanisme. Kalau sampai tiga kali dipanggil, tapi tidak hadir, akan kami proses. Kami sampaikan ke DPD dan DPP,” tegasnya.

    Secara terpisah, Nyoman Mulyadi yang dikonfirmasi soal ketidakhadirannya tersebut tidak banyak memberikan keterangan.

    Baca Juga:  Bupati Sanjaya Tekankan Pentingnya Kolaborasi saat hadiri Puncak Hari Koperasi Nasional ke-77 di Tabanan

    Ia menyebutkan, ketidakhadirannya ke DPC sengaja dilakukan untuk memberikan ruang berpikir bagi Ketua DPC PDIP Tabanan, I Komang Gede Sanjaya.

    “Saya memberikan ruang untuk berpikir bagi Ketua DPC I Komang Gede Sanjaya,” jelasnya tanpa menguraikan lebih jauh maksud dari ruang berpikir tersebut.

    Selebihnya ia memberikan pepatah yang lagi-lagi tidak dibarengi dengan penjelasan. “Dan yang kedua, guru kencing berdiri, murid kencing berlari,” tukasnya. (c/kb).

    Back to top button