GianyarPeristiwa

Suara Krepet-kepret, Beringin di Pura Tirta Empul Tumbang

    GIANYAR, Kilasbali.com – Tumbangnya pohon beringin dekat lokasi ganti pakaian di Pura Trita Empul, Tampaksiring, membuat pengunjung panik berhamburan.

    Syukurnya, proses tumbangnya bergerak pelan, sehingga tidak sampai menimbulkan korban. Meski demikian banguan suci dan bangunan tempat ganti pakain hancur tertimpa pohon.

    Dari keterangan yang dihimpun, Kamis (4/7), musibah itu terjadi Rabu (3/7) sore. Saat itu warga adat sedang ngayah upacara dan masih ada banyak pengunjung yang melukat.

    “Saat itu krama Manukaya Let sedang ngayah unjung di pura Tirta Empul yang tidak jauh dari lokasi pohon beringin tersebut. Awalnya mendengar suara krepet- krepet dari akar pohon beringin tersebut serta melihat pohon beringin dengan diameter 2 meter dan tinggi -+ 25 meter tersebut bergerak miring perlahan,” ungkap Kelian Dinas Manukaya Let Sang Ketut Raka Suwandira

    Baca Juga:  Begini Solusi Dualisme Pasar Senggol Gianyar

    Melihat pohon akan tumbang ke arah sungai, warga langsung berteriak histeris sambil menjauh.

    “Warga yang habis melukat yang sedang berganti pakaian di dalam loker langsung berhamburan keluar menyelamatkan diri ketempat yang aman,” terangnya.

    Kapolsek Tampaksiring, Gianyar, Bali, AKP I Putu Agus Ady Wijaya menyebutkan, jajarannya sudah diturunkan ke Areal Pura Tirta Empul, Desa Manukaya, Tampaksiring.

    Baca Juga:  Ini Hasil Paruman Buntut Penutupan Akses Jalan Proyek Milik WNA

    Disebutkan, peristiwa pohon tumbang ini menimpa sebuah Pelinggih Padma serta dua buah bangunan.

    “Pohon tumbang ini terjadi lantaran curah hujan yang tinggi dalam dua hari ini. Kondisi pohon juga sudah tua dan rapuh,” ungkapnya.

    Dengan berkoordinasi dengan Tim BPBD Gianyar, jajarannya juga langsung membersihkan pohon beringin yang tumbang tersebut.

    “Namun karena material terlalu banyak, Pukul 20.40 Wita penanganan pohon tumbang dihentikan dan dilanjutka mulai pagi tadi. Mudah-mudahan hari ini sudah bersih sehingga tidak mengganggu aktivitas adat dan pariwisata,” terangnya.(ina/kb)

    Back to top button