Seni BudayaTabanan

Buka Festival Jatiluwih V, Sanjaya Minta Jaga Ciri Khas

    TABANAN, Kilasbali.com – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, meminta objek wisata Jatiluwih berkembang dengan tetap mempertahankan ciri khasnya sebagai wilayah pertanian.

    Hal tersebut disampaikan Sanjaya usai membuka Festival Jatiluwih V pada Sabtu (6/7). Festival ini akan berlangsung selama dua hari dan berakhir besok, Minggu (7/7).

    “Saya sudah berpesan ke manajer (Daya Tarik Wisata/DTW Jatiluwih agar warisan leluhur ini tetap dijaga. Menjaga ciri khas Jatiluwih,” kata Sanjaya.

    Upaya mempertahankan ciri khas wilayah inilah yang membuatnya memberi apresiasi terhadap pelaksanaan festival tersebut.

    Baca Juga:  Banggar-TAPD Bahas KUA/PPAS, Pendapatan APBD 2025 Dirancang Rp 698 M

    “Kita kan mengetahui Jatiluwih telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO,” imbuhnya.

    Karena itu, ia mengapresiasi upaya pengelola mengangkat potensi lokal di Jatiluwih. Tidak hanya dari sisi pertanian dan sistem pengairannya, namun kuliner dan tradisinya.

    “Kulinernya ada laklak, klepon, teh beras merah, bubur, semuanya hasil pertanian Jatiluwih,” bebernya.

    Dengan upaya ini, sambungnya, ia berharap Jatiluwih tidak saja menjadi objek wisata yang dikunjungi wisatawan mancanegara. Namun, Jatiluwih juga menjadi tujuan wisata turis domestik.

    Baca Juga:  Pemkab Tabanan Kesulitan Cari Investor Untuk Kelola DTW Bedugul

    “(Wisatawan) domestik juga banyak datang ke Bali. Mereka juga ingin menikmati (liburan di Bali). Ketika mereka sibuk dengan kehidupan kota mereka datang untuk healing,” tukasnya.

    Sementara itu, Manajer DTW Jatiluwih, I Ketut Purna, mengungkapkan bahwa pelaksanaan festival kali ini lebih banyak melibatkan penduduk lokal.

    “Agar masyarakat bisa menikmati apapun kegiatan di sini,” katanya.

    Festival ini akan berlangsung sampai Minggu (7/7) besok dengan menyuguhkan berbagai aktivitas kesenian, kuliner, hingga pertanian.

    Baca Juga:  Ulmen Sembahyang Bersama di Pura Sarin Bwana, Sekda Adi Arnawan Mepunia

    “Hari ini ada kegiatan mencangkul atau proses penggarapan lahan. Besok ada matekap atau membajak sawah,” jelasnya.

    Ia berharap festival yang mengangkat tema Swasthi Bhuana dengan makna membahagiakan bumi ini bisa digaungkan kepada wisatawan asing maupun domestik.

    Karena itu, di festival ini pihaknya mengundang stakeholder kepariwisataan seperti perkumpulan guide, asosiasi perjalanan wisata, PHRI, dan lainnya.

    “Untuk menggaungkan bahwa di Jatiluwih ada festival setiap tahunnya,” pungkas Purna. (c/kb)

     

    Back to top button