Gianyar

Vaksinasi Rabies, Dinas Peternakan Gianyar Gandeng Perusahaan Jerman

    GIANYAR, Kilasbali.com – Tidak hanya di Bali, rabies juga menjadi perhatian serius sejumlah negara di dunia. Terlebih, sebarannya ditemui di 150 negara dan menyebabkan ribuan kematian kepada manusia setiap tahunnya.

    Khusus di Bali, diperkirakan jumlah anjing mendekati 600.000 ekor. Sebagiannya terpelihara dengan baik dan sebagiannya terpelihara asal-asalan dan lepas liar.

    Menyikapi itu, kali ini Dinas Peternakan dan Pertanian Gianyar bekerjasama dengan PT Boehringer Ingelheim, sebuah perusahaan Farmasi asal Jerman.

    Senin (8/7) secara bersama-sama melaksanakan vaksinasi rabies di Desa Singapadu Tengah selama dua hari. Dalam kesempatan vaksinasi, Perbekel Singapadu Tengah, Made Demontara menjelaskan di wilayahnya pernah terjadi kasus gigitan.

    Baca Juga:  PPDB 2024 di Gianyar Nihil Siswa Tercecer, Dewan Apresiasi Pj Bupati

    Tahun 2023 lalu terjadi kasus gigitan dan berulang di Tahun 2024. Dikatakan Demontara, terdapat sekitar 900 ekor anjing di desanya. Dari jumlah tersebut ada yang dipelihara asal asalan dan banyak yang lepas liar.

    “Kami mohon anjing liar tersebut di eliminasi, karena tidak menutup kemungkinan akan menggigit warga de depannya,” harap Demontara.

    Kabid Kesehatan Hewan Distannak Gianyar, Made Santiarka menjelaskan target vaksinasi anjing di Tahun 2024 mencapai 80%.

    Baca Juga:  Bocah WNA Resahkan Warga Ubud, KPPAD Bali Minta Petugas Keamanan Bertindak

    Populasi anjing di Gianyar sekitar 50.000 ekor lebih. Dalam Tahun 2023 lalu, di Gianyar terdapat 23 kasus gigitan dan kasus positif rabies.

    Langkah-langkah pencegahan sudah dilakukan dengan rutin melaksanakan vaksinasi di tiap desa di Gianyar. Kondisi tersebut terjadi karena warga memelihara anjing tidak dengan standar pemeliharaan baik kesehatan dan pakan yang baik.

    Presdir PT Boehringer Ingelheim, Ritesh Kumar Mishra dalam kesempatan tersebut menjelaskan kasus Rabies di Bali masih menjadi ancaman bagi masyarakat.

    Baca Juga:  Temuan Bawaslu Gianyar, Masih Ada Pemilih Ganda, Meninggal Hingga Difable

    “Kami meyakini 100% Rabies bisa dicegah, dengan catatan memberikan vaksin yang berkualitas kepada hewan yang beresiko,” jelas Kumar Mishra.

    Namun yang terpenting menurutnya adalah edukasi kepada pemelihara anjing baik pemberian jaminan kesehatan dan pemberantasan pakan yang layak kepada peliharaan. Pihak Boehringer menyiapkan 750 dosis vaksin yang berikan secara gratis kepada warga.

    Acara vaksinasi dilangsungkan pada Senin dan Selasa (9/7/2024) dengan melibatkan volunteer dan warga setempat.

    Vaksinasi rabies ini selain di kantor desa juga menyasar rumah-rumah penduduk yang memiliki hewan peliharaan. (ina/kb)

    Back to top button