DenpasarPendidikanTokoh

Dua Jam Blusukan di Primakara University, Gita Irawan Wirjawan: Menarik! Berbakat dan Menjanjikan Potensi Karir

    DENPASAR, Kilasbali.com – Kurang lebih dua jam, salah satu tokoh ternama di Indonesia Gita Irawan Wirjawan blusukan di Kampus Primakara University, di Jalan Tukad Badung No.135, Renon, Denpasar, Bali, Kamis (11/7) siang.

    Didampingi Rektor Primakara Made Artana, mantan Menteri Perdagangan dalam Kabinet Indonesia Bersatu II era Susilo Bambang Yudhoyono itu, tiba sekitar pukul 11.15 WITA ditemani istri dan kerabatnya.

    Senyum sumringah pun tampak jelas dari keluarga besar primakara saat menyambut kedatangan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (2009-2012) beserta rombongan.

    Dalam kunjungan itu, Gita Irawan Wirjawan yang merupakan wirausahawan, investor, pemusik, produser, politikus, dan negarawan ini dibuat kagum.

    Dia blusukan meninjau ke sejumlah ruangan yang merupakan tempat inovasi dan fasilitas kampus pencetak startup Bali ini.

    Mulai dari ruang inkubator bisnis. Gita melihat berbagai kreativitas mahasiswa. Seperti website, pengolahan limbah plastik, hingga pembuatan dan pemasaran games survival horor yang berbasis kearifan lokal.

    Di mana semua inovasi itu telah mendapatkan pengakuan hingga hibah dari swasta maupun pemerintahan. Bahkan, untuk games sudah laku terjual di studio-studio games di Amerika Serikat.

    Baca Juga:  Cetak Pemimpin Tangguh dan Berintegritas

    Selanjutnya, melihat ruang Studio Pandora Entertainment yang tampak dalam kondisi sibuk. Mahasiswi terlihat serius melakukan editing video.

    Berikutnya ke ruang software developer, hingga menyaksikan dan mendengar presentasi mahasiswa ciptakan robot dengan sensor tangan, robotik sensor garis, halang rintang, serta inovasi teknologi alat otomatis penampungan air.

    Tak berhenti sampai disana, Rektor Artana juga mengajak tamu kehormatan itu ke fasilitas berikutnya di lantai III kampus ini. Yakni aula dan juga studio radio kampus yang mengudara secara komersial.

    XD Radio Yudha 90.2 FM. Radio ini mengudara tak hanya memutar lagu-lagu yang lagi trending, namun juga menyampaikan informasi startup dan juga teknologi yang berkembang pesat saat ini.

    “Menarik! Lihat anak-anak berbakat dan cukup menjanjikan bagi potensi karir mereka. Dan terbuktilah rekam jejaknya dari produk lulusan Primakara. Ada yang nasional, internasional hingga menjadi founder startup,” kata Gita Irawan Wirjawan.

    Baca Juga:  Satpol PP Bali Gencar Sosialisasikan Perda 9/2000

    Untuk itu, pihaknya berharap meningkatkan skala ke lebih besar. Karena sudah memiliki pondasi yang bagus.

    “Peluang digital itu bagus sekali. Terutama di bidang kecerdasan artificial, banyak yang berlomba menuju ke sana. Baik itu aplikasi, ekonomi atau bisnis, saya rasa nilai ekonomi tidak kecil,” katanya.

    “Tapi untuk sementara kita menyaksikan negara-negara yang besar seperti Tiongkok dan Amerika dalam mengembangkan kecerdasa artificial. Ini peluang yang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan ekonmi kita ke depan,” tuturnya.

    Disinggung terkait games yang sudah laku di Amerika, pihaknya berharap lebih meningkatkan dari skala yang lebih besar. “Jadi tinggal skala, mungkin modalnya lebih ditingkatkan,” harapnya.

    Pihaknya menyarankan untuk tetap semangat dan meningkatkan skala. Karena semakin ditingkatkan maka masa depan makin cerah bagi Bali pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

    Sementara itu, Rektor Artana mengatakan, sosok Gita Irawan Wirjawan merupakan tokoh penting bagi komunitas digital saat ini. Karena konsen dengan dunia startup, investasi, hingga lainnya. “Makanya kunjungan beliau ini sangat penting bagi kami,” katanya.

    Baca Juga:  Ini Dia Perda Larangan Naikkan Layangan Radius 9 dari Bandara Ngurah Rai Bali

    Dikatakan, Gita Irawan Wirjawan juga menyampaikan network di dunia internasional, sehingga peluang ini sangat potensial bagi mahasiswa. Karena, akan lebih banyak pendidikan dan juga pengalaman di internasional.

    “Ada beberapa kerjasama yang akan kami jajaki untuk meningkatkan kapasiti, sehingga pendidikan kami berstandar internasional. Salah satunya bekerjasama dengan perguruan tinggi di internasional. Nanti kami akan bekerjasama dengan beliau,” ungkapnya.

    Artana juga menuturkan, pihaknya menyampaikan bahwa di Primakara banyak anak pintar karena mendapatkan beasiswa setiap tahunnya. “Anak-anak beasiswa ini pasti anak pintar, grade A Primakara dengan kampus di Jakarta juga setara” tuturnya.

    Pihaknya juga menyampaikan, perbedaan hasil lulusan Primakara ini memiliki kelebihan dari sisi seni, budaya, dan adat.

    “Ini yang harus tetap dipertahankan, dan sekarang tinggal dikawinkan dengan teknologi. Makanya tadi saya ajak beliau melihat-lihat karena kekuatan kita disitu. Jadi bukan hanya grafis yang merupakan seni, namun juga alur cerita games itu bisa dikembangkan di Bali dengan kearifan lokalnya,” pungkasnya. (jus/kb)

    Back to top button