4.000 Orang Akan Promosikan Bali Lewat Edutrip We Love Bali

Ceremonial Denpasar Pariwisata
4.000 Orang Akan Promosikan Bali Lewat Edutrip We Love Bali

DENPASAR, Kilasbali.com – Melalui program We Love Bali akan direkrut 4.000-an orang untuk bisa menilai program CHSE (Cleanliness, Healty, Safety, and Environment) melalui edutrip keliling obyek wisata se-Bali.

Hal tersebut terungkap dalam Media Gathering Implementas Protokol CHSE Melalui Program We Love Bali, Selasa (22/9/2020).

Kadisparda Provinsi Bali, Putu Astawa mengatakan kontribusi pariwisata Bali dalam kondisi normal terhadap pariwisata nasional mencapai Rp 116 triliun atau sekitar 41,43 persen dari devisa pariwisata nasional sebesar Rp 280 triliun.

Dengan jumlah kunjungan wisatawan manca negara ke Bali sebanyak 6,3 juta orang pada tahun 2019 atau mencapai 39,1 persen dari wisatawan manca negara secara nasional sebanyak 16,1 juta orang.

Sementara terhadap perekonomian, pariwisata Bali memiliki peran strategis yang mencapai 53 persen terutama yang berkaitan dengan sektor jasa, UMKM, dan koperasi, serta menampung tenaga kerja lebih dari satu juta orang.

Munculnya pandemi covid-19 yang menimpa 215 negara di dunia termasuk Indonesia dan Bali telah menimbulkan dampak luas dan serius di berbagai bidang kehidupan seperti kesehatan, sosial, ekonomi, termasuk pariwisata.

Baca Juga:  Pangdam Minta Prajurit Dibekali Buku Saku

Pandemi ini tentu saja dirasakan dampaknya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR) di kabupaten/kota se-Bali, terutama Kabupaten Badung, Gianyar, dan Kota Denpasar yang mengakibatkan kontraksi pada pertumbuhan ekonomi Bali pada Triwulan I sebesar -1,14 persen, dan Triwulan II sebesar -10,98 persen.

Sedangkan untuk PHK pada pekerja sektor pariwisata sebanyak 2.667 orang dan sudah dirumahkan sebanyak 73.613 orang.

Astawa menambahkan melalui program We Love Bali akan direkrut 4.000-an orang untuk bisa menilai program CHSE (Cleanliness, Healty, Safety, and Environment) melalui edutrip.

Sementara Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Even Kemeparekraf/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Rizky Handayani mengatakan, ekonomi Bali bersandar pada pariwisata dan sekarang terpuruk.

Melalui kegiatan edutrip di destinasi pariwisata se-Bali yang melibatkan masyarakat, diharapkan wisatawan manca negara yakin bahwa di Bali sudah menerapkan protokol CHSE.

Baca Juga:  Di Denpasar Naik Dokar Bisa Bayar dengan QRIS

“Dibuatlah program We Love Bali untuk mengedukasi masyarakat dan meningkatkan rasa kepedulian terhadap kesehatan seperti pemakaian masker. Kadang-kadang orang tidak paham. Ini rasa kepedulian kesehatan dan kepedulian ekonomi. Bagus di Bali berarti bagus di Indobesia, karena Bali sebagai pusatnya pariwisata,” terangnya.

Di lain sisi, Pimpinan BI Perwakilan Bali Trisno Nugroho mengatakan, pertumbuhan ekonomi Bali pada Triwulan I dan II mengalami kontraksi cukup parah.

Triwulan III beberapa indikator sudah mulai meningkat. Sejak kembali dibuka untuk wisatawan domestik sudah mulai ada aktifitas dan ada tanda-tanda perbaikan.

“Kita amati masih belum tinggi gerakkannya, Kondisi Agustus-September sudah naik tapi terus melandai. Masih belum stabil,” ucapnya.

Trisno menambahkan, prospek ekonomi Bali, triwulan III mungkin lebih baik tapi masih kontraksi, begitu juga triwulan IV. Tahun 2020 secara keseluruhan ekonomi Bali masih kontraksi.

Baca Juga:  'We Love Bali', Kemenparekraf RI Edukasi dan Kampanye CHSE

Dirinya mengungkapkan strategi menahan laju penurunan sektor ekonomi yakni dengan pembukaan sektor ekonomi dengan disiplin ketat protokol CHSE, percepatan absorpsi belanja pemerintah, akselearasi kredit Bank ke sektor riil, digitalisasi UMKM dan mendorong gerakan bangga buatan Indonesia.

“Ada tanda-tanda Bali akan membaik di Triwulan III ini. Ada mulai cahaya kelap-kelip,” ucapnya.

Sedangkan I Gusti Ngurah Rai Surya Wijaya dari Tim Pemulihan Pariwisata Bali mengatakan 13 program pemulihan pariwisata Bali telah disetujui oleh Kemenparekraf.

Dibukanya Bali untuk wisatawan domestik, ternyata belum berpengaruh signifikan karena lama tinggal wisatawan hanya 3 sampai 4 hari.

Lewat beberapa kajian, program edutrip ini diharapkan memberi edukasi, pengawasan protokol kesehatan, memberi dampak ekonomi kepada destinasi wisata, karena dari 4.000 peserta nantinya bisa membagikan ke media sosial masing-masing.

Sementara Ketut Jaman memaparkan program We Love Bali ada 12 program trip se-Bali dimulai 7 Oktober sampai 27 Nopember 2020.(sgt/kb)