Arena Bermain Ditutup, Omzet Padagang Terjun Bebas

Denpasar
Foto: Arena bermain yang berada di pojok utara-barat Lapangan Puputan Badung biasanya ramai dipenuhi oleh warga Kota Denpasar.

DENPASAR, Kilasbali.com – Keberadaan arena bermain di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar yang ditutup semenjak merebaknya Covid-19, membuat omzet sejumlah pedagang kecil terjun bebas.

Para pedagang yang biasanya berjualan dari pagi hingga sore hari ini, kini hanya beromzet 10 hingga 20 persen dari hari biasanya.

Arena bermain yang berada di pojok utara-barat Lapangan Puputan Badung biasanya ramai dipenuhi oleh warga Kota Denpasar.

Baca Juga:  Masih Ditemukan Warga Keluar Rumah Tanpa Masker

Namun semenjak merebaknya penyebaran virus corona, wahana permainan anak-anak inipun ditutup oleh pemerintah. Penutupan wahana ini tentunya menimbulkan dampak ekonomi bagi para pedagang kecil di seputar Lapangan Puputan Badung.

Salah satu pedagang kopi keliling di Lapangan Puputan Badung, Bu Kadek menuturkan, semenjak wahana permainan anak-anak ini ditutup, omzet penjualannya turun drastis.

Saat situasi normal, dirinya yang berjualan dari pagi hingga sore bisa beromzet hingga Rp 100 ribu per hari.

Baca Juga:  Jaya Negara Harap Seniman Muda Tetap Berkarya

Namun kini, omzetnya turun menjadi Rp 10 ribu sampai Rp 20 rinu per hari. “Situasi saat ini memang lagi sepi. Sampai siang hari ini, baru dapat jualan Rp. 5.000,” ungkapnya.

Bu Kadek berharap situasi ini segera normal kembali seperti sebelumnya. “Saya harap keadaan kembali normal dan kami para pedagang kecil bisa mendapatkan penghasilan yang normal kembali,” pungkasnya. (sgt/kb)