Bahayakan Pengendara Motor, Ceceran Tanah Proyek Pasar Sukawati Usik Kenyaman Warga

Gianyar Sosial
Foto: Ceceran tanah yang menempel di sepanjang jalan dekat proyek Pasar Sukawati

GIANYAR, Kilasbali.com – Saat kering menjadi debu, saat hujan melicinkan badan jalan. Kondisi inilah yang dikeluhkan warga terhadap ceceran tanah, kini mengusik kenyamanan warga Sukawati. Debu ataupun lumpur ini berasal dari tumpahan tanah galian dari proyek Pasar Sukawati.

I Wayan Surya, salah seorang pedagang kain mengungkapkan, akibat debu yang berterbangan membuat baju yang di jualnya menjadi kotor. Selain itu juga mengganggu pernafasan.

“Kadang mata selalu terkana juga. Pembeli pun merasa agak kurang nyaman, meski semua sudah pakai masker” ungkapnya.

Baca Juga:  Trek-trekan di Jalan Subak, Pelajar SMP Resahkan Petani

Kondisi ini pun dikhawatirkan membahayakan pengendara motor, apalagi kini musim hujan sehingga kontur jalan menjadi licin.

“Kalau hujan, kontur jalan sangat licin. Sebagus apapun jenis ban kalau melintasi jalan beraspal dengan tanah seperti ini, pengendara akan terjatuh,” khawatirnya.

Atas kondisi ini, dirinya berharap agar tanah-tanah yang berceceran dan kini menempel di aspal ini, disemprot pada malam harinya. Dengan harapan  saat siang tidak lagi ada debu beterbangan.

Baca Juga:  Pemecutan Kelod Rutin Laksanakan Patroli Wilayah Cegah Penularan Covid-19

“Kalau dibilang mengganggu ya sangat menganggu, kita sudah terbiasa, cuman, pelanggan enggan mampir,” keluhnya.

Secara terpisah Kepala Dinas PUPR I Wayan Karya mengatakan Pasar Sukawati merupakan proyek nasional hibah dari kementrian PUPR kepada Pemkab Gianyar.

Kata dia, pengawasan proyek tersebut bukan di bawah PU Kabupaten, tetapi PU Balai Provinsi Bali. “Bukan, kegiatan tersebut dilaksanakan di bawah PU Balai,” jelasnya singkat. (ina/kb)