Bali Masih Favorit Destinasi Pariwisata Dunia

Denpasar Pariwisata
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati

DENPASAR, Kilasbali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengatakan, berbicara terkait pariwisata, Pulau Bali telah mendapat tempat tersendiri di mata industri pariwisata internasional.

Hal tersebut disampaikan Cok Ace saat menjadi narasumber dalam acara Web Seminar (Webinar) Institut Pariwisata Bali (IPB) Internasional dalam Webinar Series 4 “World Tourism Day 2020”, bertajuk New Era Tourism Order, Sabtu (3/10/2020).

“Keunikan pariwisata budaya Bali telah menarik perhatian dunia internasional dan hal tersebut dibuktikan dengan beberapa penghargaan yang pernah diraih oleh Bali,” ujarnya.

Baca Juga:  Dandim Jembrana: Sebagai Apkowil Harus Mempunyai Kemampuan Yang Handal Dalam Tugas Kewilayahan

“Meskipun sedang dilanda pandemi Covid-19 Pulau Bali masih dipercaya sebagai destinasi favorit wisatawan mancanegara,” imbuh Cok Ace.

Namun, lanjut Cok Ace, disisi lain pandemi Covid-19 membawa dampak yang signifikan bagi semua aspek kehidupan masyarakat, baik secara ekonomi, sosial, dan budaya.

“Bali bukan satu-satunya yang mengalami tantangan ini, seluruh dunia juga menghadapi kesulitan yang sama,” ujarnya.

Baca Juga:  Jumat Sehat, Korem163 Wira Satya Gowes Bareng Bank Indonesia

Dikatakannya, pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan I tahun 2020 minus (1,14)%, sedangkan pada triwulan II tahun 2020 perekonomian Bali menurun lebih dalam hingga minus (10,98)%.

“Pertumbuhan yang lambat ini disebabkan oleh penurunan tajam pendapatan dari sektor utama Bali yaitu pariwisata,” imbuhnya.

Ditambahkannya, jumlah wisatawan mancanegara di Bali telah menurun sejak awal pandemi hingga 99,97 persen pada Mei 2020. Bali mengalami kerugian sekitar Rp 9,7 triliun setiap bulan dari sektor pariwisata saja.

Baca Juga:  Pergub 1/2020 Dorong Arak Bali Menuju Industri

“Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Sumber Daya Mineral Provinsi Bali, per 25 Mei 2020, sebanyak 71.313 tenaga kerja sektor formal di-PHK dan 2.570 orang kehilangan pekerjaan,” pungkasnya. (rls/kb)