Bali Resik “Nyegara-Gunung”, Volume Sampah Plastik Turun Drastis

Gianyar Sosial
Foto : Gerakan Semesta Berencana Bali  resik dengan konsep ‘Nyegara Gunung’ di Pantai Lebih.

GIANYAR, Kilasbali.com – Volume sampah plastik di Pantai Lebih sudah mulai berkurang. Hal tersebut tidak terlepas dari kegiatan Gerakan Semesta Berencana Bali  resik yang digelar secara rutin di Gianyar dengan konsep “Nyegara Gunung”.

Dalam ’Pemburuan’ sampah plastik di Pantai ini, dan juga jalan raya di wilayah Lebih Minggu (14/7/2019),  sampah  plastik yang terkumpul hanya 0,4 ton,  menurun drastis dari sebelumnya.

“Setelah sebelumnya digelar di  Payangan di daerah pedesaan di dataran tinggi, pagi ini kita kembali ke Segara (pantai, red) yang dipusatkan di Pantai Lebih,” ungkap Kadis Lingkungan Hidup,  Wayan Kujus Pawitra.

Menurutnya, keberadaan sampah di pantai merupakan salah satu tolak ukur  atau cerminan tingkat kesadaran masyarakat. Karena sampah rumah tangga, pemukiman dan lainnya, khususnya plastik kerap bermuara di pantai yang dikirim melalui  sungai.

Syukurnya,  semakin hari, keberadaan plastik di kawasan pesisir Gianyar, kini dirasakan mulai berkurang sehingga pantai mulai tampak bersih dari plastik. Bahkan, dalam perburuan sampah yang kali ini hanya menyasar plastik, volumenya menurun drastis.

Sebelumnya saat kegiatan di Pantai Siyut, sampah  plastik yang terkumpul mencapai 1 ton dari 3 ton sampah yang terkumpul. Kini, khusus berburu sampah plastik dan  yang terkumpul hanya 0,4 ton. “Tidak hanya di bibir Pantai, peserta juga kami gerakan ke lingkungan pemukiman di Desa Lebih. Volume sampah plastik yang kami kumpulkan, terus menurun dari sebelumnya,” terangnya.

Lanjutnya, pelarangan penyediaan kantong plastik sekali pakai di tempat perbelanjaan, baik pasar modern maupun pasar tradisional serta pembatasan pemanfaatan perabotan plastik di rumah tangga, dinilai sangat siginifikan mengurangi volume sampah plastik ini.

Namun, pihaknya tidak akan berhenti sampai disini, karena penyadaran untuk meminimalisir pemanfaatan produk plastik, masih membutuhkan proses hingga menjadi sebuah kebiasaan atau mentradisi di masyarakat.

“Di beberapa pasar, masih kami temukan satu dua  pedagang  maupun pengunjung menggunakan kantong plastik ini. Karena itu, kami  selalu membagikan kantong belanja ramah lingkungan kepada masyarakat, khususya ibu-ibu rumah tangga,” terangnya sembari membagikan ratusan kantong belanja ramah lingkungan.

Lebih membanggakan lagi, sebut Kujus,  keterlibatan anak-anak dalam gerakan Bali Resik ini juga terus meningkat.  Hal ini menjadi harapan utamanya, karena tradisi  memerangi sampah plastik, memang harus ditumbuhkan sejak dini, yakni mulai dari anak-anak.

Sebagaimana kegiatan bersih pantai kali ini, selain siswa sekolah, peserta dewasa juga menyertakan anak-anaknya untuk ambil bagian. Sebagai wujud Apresiasi, pejabat energik inipun membagikan puluhan lusin  buku tulis kepada anak-anak saat menyetoran sampah plastik.

“Kebetulan menjelang tahun ajaran baru, kami aparesiasi dan memotivasi keterlibatan  anak-anak ini dengan bukui tulis,” pungkasnya. (ina/kb)