Beberapa hari Dibuka Pasar Baru Bitera Sudah Kotor

Gianyar Peristiwa
Foto: Lantai Pasar Bitera tampak kotor

GIANYAR, Kilasbali.com – Fasilitas baru tanpa didukung dengan kebiasaan yang baru, kesan kumuh pasar tradisional akan sulit dihilangkan.

Demikian halnya Pasar Desa Bitera, Gianyar yang baru beberapa hari dibuka, sudah terlihat kotor. Lantai keramik yang berwarna putih sudah terlihat belang oleh pijakan alas kaki yang kotor.

Terlebih dimusim hujan, tanah lumpur ini membuat lantai licin dan membahayakan pengunjung.

Salah seorang Pedagang canang, Ibu Mangku menuturkan, sejak hari pertama dibuka Rabu lalu, tanah lumpur yang dibawa pedagang dan pengunjung sudah mulai mengotori lantai keramik yang berwarna putih.

Baca Juga:  Tabrak Jembatan Anggrek, Warga Sibang Kaja Tewas Setelah Tercebur ke Tukad Ayung

Meski pengaturan para pedagang nampak terlihat rapi, namun kesan kotor sangat mencolok lantaran lantai yang belang serta serakan sampah pedagang yang dibuang sembarangan sehingga terlihat kotor.

“Selain kotor juga licin, karena di bagian depan tidak ada keset. Mungkin belum ada tukang bersih khusus,” ujarnya.

Atas kondisi ini, ia berharap pengelola bisa menyediakan cleaning service atau pembersih di depan pintu masuk pasar, agar Pasar Bitera tetap bersih seperti pasar tradisional lainnya.

“Di bagian pintu masuk setidaknya ada pembersih alas kaki, biar tetap bersih. Kalau enggak cepat disikapi nanti, kotoran ini akan menyatu sehingga lantainya menjadi belang,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gianyar, Luh Gede Eka Suary mengungkapkan bahwa pengelolaan Pasar Bitera sepenuhnya oleh Desa Adat Bitera.

Baca Juga:  Idelogi Pancasila Cegah Radikalisme

Pihak pemerintah kabupaten Gianyar melalui Dinas Perindutrian Perdagangan hanya melakukan pembangunan saja.

“Usai diplaspas, pasar yang baru ini langsung diserahkan ke Bendesa Adat Bitera dan jajarannya untuk mengelola lebih lanjut. Kami hanya membangun aset lanjut diserahterimakan,” terangnya.

Lanjutnya, Pasar Bitera di bangun menggunakan dana ABPD 2020 Kabupaten Gianyar sebesar Rp3 miliar. Pola pembangunan pasar ini merupakan hibah barang dari pemerintah diberikan kepada desa adat.

Baca Juga:  Di Tengah Pandemi, 'Jaja Uli' Selamatkan Warga Batur Sari

Secara terpisah, Bendesa Adat Bitera Nyoman Sumantra mengatakan Pasar Desa Bitera tersebut pengelolaanya baru diserahterimakan oleh pemerintah.

Terkait pengelolaanya nantinya, pihaknya memang akan menyediakan cleaning service untuk menjaga kebersihan pasar. Diakuinya sejumlah sudut memang masih kotor.

“Masih ada bekas-bekas semen dari kontraktor juga akan dibersihkan. Untuk cleaning service kebersihan pasar juga akan kami siapkan. Ini kan baru uji coba, nanti kita siapkan,” pungkasnya. (ina/kb)