Bencana Menyambung, Tagana Diturunkan

Gianyar Sosial
Foto: Anggota Tagana yang ambil bagian dalam musibah bencana di cuaca ekstrem ini
  • Pelantikan Bupati Jembrana

  • Pelantikan bupati tabanan 2021
  • Pelantikan bupati tabanan 2021
  • Pelantikan bupati tabanan 2021

GIANYAR, Kilasbali.com – Keberadaan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Gianyar yang terbentuk sejak Tahun 2004 lalu, sebelumnya selalu aktif ambil bagian setiap bencana alam. Namun, dalam beberapa tahun terakhir mereka jarang hadir, lantaran terkendala anggaran tali kasih.

Meski demikian, di saat bencana alam terus menyambung saat pandemi Covid-19, relawan ini pun kembali diturunkan untuk membantu BPBD Gianyar.

Sebelumnya, Tagana ini memiliki peran yang sangat besar dalam penanggulangan pacsa bencana. Bahkan pergerakannya sangat cepat, karena jumlahnya mencapai 50 orang yang tersebar di masing-masing kecamatan.

Baca Juga:  "Perang Covid", Ketua DPRD Dukung Strategi Khusus Bupati

Namun sayang, potensi relawan ini  kurang diaktifkan lagi. Dari informasi yang diterima, Dinas Sosial yang membawahi relawan ini tidak lagi menganggarkan uang tali kasih, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kabid Perlindungan Sosial Bencana Alam, Dissos Gianyar, Heni Sriwahju menyebutkan dalam bencana yang terjadi akhir-akhir ini, Tagana sudah mulai diturunkan dalam penanggulangana bencana.

Diakuinya, jika Tagana ini bersifat relawan, walau demikian bila dibutuhkan siap bersama TRC BPBD turun ke lokasi bencana membantu evakuasi dan tindakan lainnya.

Baca Juga:  Praktisi Wariga dan Lontar Dianugerahi Bali Kérthi Nugraha Mahottama

Lanjut Heni, sejak berdiri dan keanggotaan mencapai 50 orang, Tagana tidak mendapatkan uang lelah sebagaimana sbelumnya. Untuk sekedar tali kasih, di Tahun 2021, anggota Tagana diusulkan mendapat tali kasih setiap bulannya.

“Tali kasih kepada Tagana sudah kita usulkan untuk Tahun 2021, berapa nanti disetujui tergantung kebijakan dari pimpinan,” tambah Henny, Senin (8/2/2021)

Jelas dia, sebelumnya Tagana belum mendapatkan dana tali asih dan baru di Tahun 2021 ini diusulkan. Namun, saat pandemi Covid 19, Tagana Gianyar juga sebagai relawan, ikut berjaga di beberapa tempat karantina.

Baca Juga:  Update Covid-19 Kota Denpasar, Sembuh Bertambah 93 Orang, Positif 77 Orang dan 2 Pasien Meninggal Dunia

Diakuinya pekerjaan jaga saat pandemi Covid-19, sangat beresiko tertular. Namun demikian, sampai saat ini belum ada yang terkena Covid.

“Kadang pekerjaan penuh resiko, mulai dari penanggulangan pengungsi erupsi Gunung Agung, sampai pandemi, Tagana selalu ambil bagian,” bebernya.

Heni juga mengharapkan bila ada pemuda Gianyar yang ingin ikut sebagai anggota Tagana, bisa mendaftar di Dinsos Gianyar. (ina/kb)