BI Mengajar Sasar SMA Dwijendra Denpasar

Denpasar Ekonomi Bisnis Pendidikan
Foto: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyerahkan kenang-kenangan yang diterima Kepala SMA Dwijendra dan didampingi Ketua Yayasan.

DENPASAR, Kilasbali.com – Bank Indonesia Mengajar menggelar seminar dengan tema “Peran Bank Indonesia sebagai Bank Setral dalam Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan di Indonesia” di SMA Dwijendra Denpasar, Selasa (6/8/2019).

Kepala SMA Dwijendra, I Made Oka Antara menyampaikan terima kasih atas dipilihnya sekolah yang ia pimpin untuk sosialisasi program Bank Indonesia (BI).

Menurutnya, tidak semua sekolah mendapatkan kesempatan sosialisasi dari BI. Dan mungkin, SMA Dwijendra menjadi satu-satunya sekolah di Denpasar atau mungkin di Bali yang didatangi untuk kegiatan ini.

“Oleh sebab itu, saya harap anak-anak mendengarkan dengan baik arahan dari BI. Karena, apapun posisi dan di manapun nanti berada, tidak terlepas dari ekonomi dan juga bank digital di era globalisasi ini,” ujarnya.

“Tunjukkan diri kalian bersekolah di sekolah yang terkenal dengan disiplin, berkarakter jujur dan penuh tanggungjawab,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Dwijendra Ketut Wirawan, mengatakan hal senada dengan kepala sekolah. Pihaknya menyampaikan terima kasih karena Dwijendra dipilih sebagai tempat sosiaslisi.

“Dalam perkembangan jaman di era globalisasi, ekonomi dan keuangan semua memakai sistem digital. Maka dengarkanlah baik-baik arahan dari Bank Indonesai,” ujarnya.

Dalam seminar itu, juga diisi dengan dialog yang tampak dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho.

Ditemui seusai acara, Trisno Nugroho mengatakan, kegiatan ini untuk menjelaskan peran BI khususnya terkait kehati-hatian dalam menggunakan teknologi, apalagi saat ini sangat banyak virtual teknologi. “Perlu kehati-hatian menggunakan vintek, apalagi yang belum jelas kebenarannya,” jelasnya.

Dikatakannya, sebelum menggunakan vintek diharapkan melakukan kroscek ke Bank Indonesia ataupun ke OJK terkait legalitasnya.

Ditambahkannya, pihaknya pun ingin menyasar seluruh kabupaten/kota untuk melakukan sosialisasi. Mengingat di Bali banyak wisman sehingga perlu sejak dini untuk sosialisasi perbankan dengan sistem digital teknologi ini.

“Kami Bank Indonesai bersama OJK ingin mengenalkan teknologi di setiap pojok Bali. Di mana bali kita harapkan menjadi teknologi island,” sebutnya.

Sedangkan terkait antusias siswa yang mengikuti kegiatan ini, pihaknya pun mengaku sangat kagum dengan kampuan anak-anak yang mengetahui dan menanyakan dalam dialog interaktif yang menanyakan e-commers, bitcoin dan lain sebagainya. (jus/kb)