BNNK Gianyar Bidik Transaksi Narkotika Online

Gianyar Hukum
BNNK Gianyar Bidik Transaksi Narkotika Online

GIANYAR, Kilasbali.com – Seorang pelaku kejahatan memang selangkah lebih maju dari penegak hukum. Kondisi inipula dirasakan oleh petugas BNN dalam mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika. Terlebih di Pandemi Covid-19, modus yang digunakan pelaku semakin modern dan kadang menyulitkan petugas.

Syukurnya, dengan komitmen Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), BNN berhasil mengungkap modus baru ini.

Kepala BNNK Gianyar, AKBP I Gusti Agung Alit Adnyana mengungkapkan, kasus peredaran Narkoba di situasi pandemi Covid-19 justru semakin meningkat. Bahkan, modus yang digunakan samakin modern. Dalam transaksi jual-beli barang terlarang ini,  sistem lama seperti modus tempel sudah mulai ditinggalkan oleh pelaku.

Baca Juga:  Digusur Proyek Stadion Dipta, BPBD Gianyar Mulai Berkemas

“Kecenderungannya meraka kini melakukan transkasi jual beli dengan sistem online dan memanfaatkan jasa ekspedisi,” ujarnya, Rabu (2/9/2020).

Mantan Kabag Ops Gianyar ini yang sangat memahami Dinamika di Bumi seni pun menyebutkan, mengidentifikasikan bahwa kasus narkotika ini justru naik di masa pandemi. Ironisnya lagi, pelakunya cukup duduk manis di rumah, barang haram itu sudah bisa berpindah-pindah.

“Transkasi di tempat-tempat umum sudah mulai ditinggalkan. Mereka kini memanfaatkan agent-agent online yang ada. Dikirim dari orangnya dan pemesan disuruh ambil di agent online. Kami sudah pernah mengungkap modus ini,” paparnya.

Baca Juga:  Koster Ajak Unud Makin Berperan dalam Pembangunan Bali

Dengan modus baru ini, diakuinya jika pihaknya sedikit terkendala dalam mendeteksi penyebarannya. Terlebih transaksi dilakukan terlebih dahulu.

“Tapi kami tetap akan berusaha mengungkapnya. Dari pengalaman kami, indikasi transaksi seperti ini kami monitoring juga secara IT,” tandasnya.

AKBP Agung Alit Adnyana juga menyampaikan kejahatan narkoba diandaikan sebuah gunung es. Di mana permukaannya terlihat kecil, namun di dasarnya sangatlah lebih besar.

Baca Juga:  Tetap Waspada, Pasien Sembuh Bertambah 11 Orang, Kasus Positif Bertambah 18 Orang

Sehingga beberapa langkah telah dilakukan pihaknya, salah satunya dengan cara sosialisasi melalui media sosial.

“Ancaman narkoba itu tidak main-main dan sangat serius. Ironisnya lagi, dari seluruh sel tahanan, rata-rata  sekitar 60 sampai 65 persen penghuninya adalah pelaku penyalahgunaan narkotika,” pungkasnya. (ina/kb)